Dirut BRI Buka-bukaan soal Laba BUMN: Hasil Kerja Fokus dan Tuntas

Jumat, 17 Juni 2022 – 18:03 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso menilai prestasi perusahaan BUMN tak lepas dari fokus dan kerja tuntas yang dilakukan oleh Menteri Erick Thohir

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama BRI Sunarso menilai prestasi perusahaan BUMN tak lepas dari fokus dan kerja tuntas yang dilakukan oleh Menteri BUMN RI Erick Thohir, salah satunya adalah melalui transformasi.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mampu mendorong perusahaan di bawahnya sehingga mampu mencetak laba senilai Rp 126 triliun atau tumbuh 869 persen year on year.

BACA JUGA: Sunarso, Konsistensi BRI untuk UMKM, dan Penolakan pada Pesugihan Digital

“Perolehan laba BUMN yang tumbuh 869 persen serta pendapatan sebesar Rp 1.983 triliun atau setara 99 persen dari pendapatan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) merupakan buah dari hasil kerja yang fokus dan tuntas, sehingga strategi yang direncanakan dapat dieksekusi dengan baik,” ungkap Dirut BRI Sunarso dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat (17/6).

Menurutnya, Kementerian BUMN juga terus mendorong penerapan core value AKHLAK sebagai bagian dari upaya transformasi menyeluruh di lembaga dan perusahaan di bawahnya.

BACA JUGA: Dukung Pemulihan Ekonomi Kreatif, BRI Ajak Nasabah Nobar Srimulat Hil yang Mustahal

“Penerapan Core Value AKHLAK bertujuan untuk meningkatkan governance yang pada ujungnya dapat menciptakan sustainability kinerja yang positif bagi seluruh perusahaan BUMN,” tambahnya.

Sunarso mencontohkan salah satu bukti nyata dari keberhasilan fokus dan kerja tuntas yang didorong oleh Kementerian BUMN di antaranya yakni keberhasilan dalam pembentukan Holding Ekosistem Ultra Mikro di tengah kondisi pandemi, di mana BRI menjadi induk dari pembentukan holding tersebut.

BACA JUGA: BRI Perluas Konsep Community Banking, BRIWORK Ketiga Hadir di Universitas Jember

Holding Ultra Mikro yang terbentuk pada 13 September 2021 merupakan penyatuan ekosistem antara BRI, Pegadaian, dan PNM dengan tujuan menghasilkan lembaga pemberdayaan mikro, termasuk ultra mikro terbesar yang memiliki ekosistem terlengkap dan terbesar di dunia.

“Journey-nya dimulai dengan fase empower di mana PNM melalui model bisnis group lending akan menyediakan program pemberdayaan kepada nasabah yang unfeasible dan unbanked untuk menjadi pengusaha ultra mikro yang lebih independen," katanya.

Selanjutnya, pada fase integrate, saat nasabah PNM sudah menjadi feasible dengan kapasitas bisnis yang meningkat, dapat ditawarkan produk Ultra Mikro BRI dan Pegadaian.

Tujuan akhir dari integrated journey dalam ekosistem ultra mikro ini adalah fase upgrade, di mana nasabah UMi telah berkembang menjadi pengusaha dengan kapasitas bisnis yang lebih matang dan siap naik kelas ke segmen mikro.

"Melalui ekosistem ini kami menargetkan dapat melayani 55 juta nasabah ultra mikro di 2024,” ujarnya.

Di sisi lain, kinerja BRI pada akhir Desember 2021 mampu mencatatkan laba sebesar Rp 32,22 triliun atau setara 25,5 persen dari total laba seluruh BUMN pada 2021.

Adapun kontribusi tersebut menjadi yang terbesar di antara BUMN lainnya.

Berbekal penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang baik, BRI Group akan terus bekerja di segman UMKM utamanya mikro dan kemudian dengan cara-cara yang efisien.

"Value yang diciptakan harus kembali ke mikro dan itu akan menjadi putaran bola salju yang makin besar sehingga makin besar value creation kepada seluruh stakeholders," pungkas Sunarso. (jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Dirut BRI Sunarso   BUMN   laba BUMN   AKHLAK   APBN   UMKM  

Terpopuler