Dirut dan Bank BJB Raih Penghargaan Prestisius dari Infobank Award 2021

Selasa, 07 September 2021 – 19:51 WIB
Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi meraih penghargaan sebagai Infobank The Best CEO Series 2021 pada anugerah 26th Infobank Award 2021. Foto: bank bjb.

jpnn.com, JAKARTA - Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten (bank bjb) kembali meraih penghargaan terbaik atas kinerja positifnya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Penghargaan diterima bank bjb dalam anugerah 26th Infobank Award 2021.

BACA JUGA: BJB Raih Penghargaan Indonesia Best Bank 2021 dari Warta Ekonomi

Penghargaan pertama diberikan Infobank Media Grup kepada Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi sebagai Infobank The Best CEO Series 2021.

Selanjutnya, bank bjb mendapatkan penghargaan kategori Diamond Trophy sebagai bank dengan kinerja "Sangat Bagus" 20 tahun berturut-turut.

BACA JUGA: Hebat! BJB Terpilih Jadi Bank Terbaik 2021 Versi Majalah Investor

Penghargaan prestisius lainnya diraih bank bjb dengan mendapat predikat “Sangat Bagus” dalam kategori Modal Inti Rp 5 triliun sampai dengan di bawah Rp30 triliun (buku3) - Aset Rp100 triliun ke atas.

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis dalam acara live video conference di Youtube Channel Infobank TV.

BACA JUGA: Gandeng APERSI, BJB Permudah Akses Kepemilikan Rumah

Acara penghargaan didahului dengan webinar bertajuk 'Leading Unprecendented Time Memanfaatkan Relaksasi Restrukturisasi Kredit Jilid 3'.

Dalam sambutannya, Yuddy Renaldi mengucapkan syukur dan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan oleh Infobank kepada dirinya dan bank bjb.

Dia mengatakan, pencapaian ini adalah apresiasi yang diperoleh berkat kerja keras seluruh insan perusahaan.

Prestasi ini tidak bisa dilepaskan dari catatan-catatan positif bank bjb mempertahankan, bahkan terus mendongkrak performa usahanya di tengah pandemi.

“Kerja keras dan soliditas antarlini perusahaan merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan bank bjb. Di tengah pandemi yang membuat banyak perusahaan besar tumbang, kami bersyukur dapat terus bertumbuh positif," kata Yuddy Renaldi.

Penghargaan tersebut, kata Yuddy, juga bukti nyata kerja keras bank bjb sebagai perusahaan yang tangguh, fleksibel, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan.

"Bagi saya pribadi meyakini bahwa kemampuan seorang pemimpin dalam mengolah sumber daya yang ada dengan sikap adaptif di berbagai situasi adalah kunci menuju keberhasilan,” terang Yuddy.

Diberitakan sebelumnya, industri perbankan menghadapi dampak krisis akibat pandemi Covid-19.

Setelah mencatat kontraksi pertumbuhan kredit sebesar 2,21 persen pada 2020, industri perbankan juga masih kesulitan untuk melakukan ekspansi kredit pada 2021 akibat kondisi ketidakpastian yang menurunkan permintaan kredit.

Menurut Kajian Biro Riset Infobank bertajuk Rating 109 Bank Versi Infobank 2021, meskipun NPL perbankan secara industri masih aman di bawah 3,50 persen namun loan at risk (LAR) menunjukkan tren naik sejak tahun lalu.

LAR perbankan meningkat dan 11,98 persen pada 2018, 12,93 persen pada 2019, 22,65 persen pada 2020, dan 23,71 persen per Februari 2021.

NPL juga berpotensi meningkat dan relaksasi kebijakan strukturisau kredit yang berakhir pada Maret 2022 diharapkan oleh para praktisi di industri perbankan untuk kembali diperpanjang.

Dari sini pendapatan, banyak bank telah mencatat penurunan pendapatan bunga akibat masih seretnya kucuran kredit.

Selain berusaha meningkatkan efisiensi termasuk menurunkan cost of fund bank-bank juga berusaha memperbesar pendapatan selain bunga.

Sejak industri perbankan tidak lagi menikmati pertumbuhan kredit di atas 20 persen pada 2014, kontribusi pendapatan bunga terhadap total pendapatan bank terus berkurang dari 74 persen di 2018 menjadi 72 persen pada 2019.

Pada 2020 ketika pendapatan bunga merosot 4,85 persen dari Rp 717,80 triliun menjadi Rp 683,01 triliun, pendapatan nonbunga industri perbankan tumbuh 8,76 persen dari Rp 150,50 triliun menjadi Rp163,68 triliun.

Kontribusi pendapatan bunga terhadap total pendapatan perbankan pun menyusut menjadi 66 persen di 2020 dan tinggal 50 persen per April 2021. (mar1/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bank BJB dan LJK Teken Piagam Korporasi Konglomerasi Keuangan


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Tim Redaksi, Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler