Disebut Menteri Pecatan, Seperti Ini Reaksi Rizal Ramli, Alamak!

Rabu, 20 Mei 2020 – 05:44 WIB
Rizal Ramli. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom senior Rizal Ramli bereaksi, menanggapi seorang netizen yang membandingkan dirinya dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang sedang disorot soal utang dan kenaikan defisit APBN 2020.

Netizen itu juga menyebut Rizal Ramli sebagai menteri pecatan.

BACA JUGA: Saat Rizal Ramli Diminta Ngomong Bahasa Padang: Lah Gilo Sadonyo

Mulanya, mantan Menko Kemaritiman itu menanggapi berita tentang keputusan Sri Mulyani yang dikritik DPR lantaran mengubah defisit APBN 2020 menjadi membengkak hingga Rp 1.028 triliun.

"Benar-benar Menkeu amatiran, dalam waktu tidak lama, defisit anggaran naik sebesar 1,20% GDP, dari 5,07% menjadi 6,27% GDP. Defisit nambah 175,6 T, dari Rp 852,9 T menjadi Rp 1.028,5 T @jokowi," cuit @RamliRizal, Selasa (19/5).

BACA JUGA: Hergun DPR Mengaku Terkejut dengan Kebijakan Terbaru Sri Mulyani

Cuitan ekonom yang juga dikenal dengan inisial RR itu ditanggapi seorang netizen dengan menyatakan, jika amatiran tidak mungkin SMI -inisial Sri Mulyani Indrawati- terpilih sebagai menteri keuangan terbaik dan pernah jadi direktur pelaksana Bank Dunia.

Sementara Rizal Ramli, katanya, menteri dipecat berkali-kali.

BACA JUGA: Mendagri Tito Karnavian: Ada Apa, kok Bali Bisa Turun?

Cuitan netizen itu pun bikin RR bereaksi.

"Ketika buzzerRP hanya punya 3 kata untuk menyerang RR: nyinyir, pecatan, tua - susah untk tidak menduga IQ mereka <60. Kalau soal pecatan, yang minta-minta RR jadi Menko itu sampai 3X itu @jokowi. Ternyata Jkw mudah dipengaruhi oleh PengPeng & Pegusaha Reklamasi. Gitu aja repot," cuit Rizal Ramli.

Pada cuitan berikutnya, tokoh kelahiran Padang, Sumatera Barat ini pun meminta netizen tersebut jangan sok-sokan memberikan analisanya.

"Kalau ndak ngerti, jangan sok-sok analisa. Baca ini: Bunga Pinjaman BRI Lebih Murah Ketimbang ‘Global Bond’ Pemerintah, Sri Mulyani Kalah Jago. SMI selalu beri yield bonds 2-2.5% lebih mahal dari seharusnya. Itu yg membuat kreditor2 asing puja puji," sambung mantan Menteri Keuangan tersebut. (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler