Mendagri Tito Karnavian: Ada Apa, kok Bali Bisa Turun?

Rabu, 20 Mei 2020 – 04:21 WIB
Mendagri Tito Karnavian dan Bupati Bogor Ade Yasin. Foto: Humas Kemendagri

jpnn.com, BOGOR - Mendagri Tito Karnavian mengatakan, dalam perang melawan penyebaran Covid-19, semua pihak harus bersatu. Saling dukung. Jangan kemudian saling salahkan.

Semuanya, baik itu Pemerintah Pusat dan daerah, saling belajar dari pengalaman negara lain, apa kelebihan yang bisa diambil dan kekurangan yang bisa dipelajari.

BACA JUGA: Mendagri Tito Karnavian Terang-terangan Memuji Abdullah Azwar Anas

Tito Karnavian mengatakan hal tersebut saat memberi arahan dalam pertemuannya dengan Bupati Bogor Ade Yasin dan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto di komplek kantor Bupati Bogor, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5).

Mendagri sendiri datang ke Bogor dalam rangka kunjungan kerja untuk menguatkan koordinasi dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19.

BACA JUGA: Tito Karnavian: Tidak Mungkin Tutup Terus, PHK akan Makin Bertambah

"Ada dua hal yang ingin saya sampaikan, tekankan, dalam konteks saya menyampaikan pandemik terluas di dunia dan wabah terluas di Indonesia. Artinya apa? Ini barang baru, sesuatu yang baru bagi dunia, maka tidak ada negara yang betul-betul siap menghadapi ini,"kata Mendagri.

Semua negara yang terjangkit Covid-19, menurut Tito, saling belajar. Bahkan negara yang paling jago pun seperti Amerika Serikat, atau Italia, Spanyol, Inggris, Jerman dan Perancis di daratan Eropa juga jadi korban.

BACA JUGA: Tiba-tiba Adian Napitupulu Membuat Daftar Nama Aktivis Mahasiswa Diculik, Ditembak

Tidak hanya itu, korban yang terjangkit Covid-19 atau yang meninggal di negara-negara tersebut jauh lebih banyak daripada Indonesia.

"Nah kita belajar dari semua negara, belajar satu sama lain dari keberhasilan dan juga dari kegagalan. Karena semua mencari format. Dan yang kedua, kita juga sekali lagi karena ini wabah terluas dalam sejarah Indonesia modern semenjak 1945, semua provinsi saling belajar satu sama lain. Jadi saya pikir kita tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain. Tapi kita belajar dari negara lain, kita belajar dari daerah lain, belajar dari keberhasilan mereka, dan belajar dari kekurangberhasilannya mereka, kok bisa naik terus? Ada apa? Kok yang itu bisa turun, kenapa? Kok Bali bisa turun," tutur Mendagri.

Tidak lupa Mendagri juga mengingatkan, bahwa krisis kesehatan akibat Covid-19 ini bisa mengarah kepada krisis multidimensi. Dari krisis kesehatan bisa menjadi krisis kemanusiaaan karena banyak yang meninggal. Dan ini juga berdampak kepada krisis keuangan.

"Kita tahu karena pembatasan-pembatasan yang terjadi, hotel- hotel, pariwisata banyak yang. Pabrik-pabrik tutup. Semua kgiatan melamban. Ini memberikan pukulan semua negara. Pertumbuhan ekonomi semua jatuh, semua. Bahkan sudah ada yang minus, kita masih dua koma sekian per hari ini, " katanya.

Sektor keuangan pun, lanjut Tito mengalami pukulan berat. Pemerintah pusat, keuangannya terpukul, karena pendapatan negara berkurang drastis. Pendapatan lebih kecil. Sementara belanja besar. Maka defisit tak bisa dihindari.

"Nah di pusat yang terjadi dengan adanya krisis ini pendapatan jelas berkurang. Pendapatan kita nomor satu dari sawit, nomor 2 dari pariwisata , tiga dari batubara, baru yang lain-lain. Ini semua jatuh, itu diperkirakan hampir 400 triliun dari asumsi yang diharapkan awal tahun, dan ini berpengaruh. Semua kami dipotong, kami, Kemendagri dari 3 triliun dipotong 1 triliun, sudah. Tapi saya sampaikan kepada teman-teman jangan mengeluh. Ini semua keadaan baru, semua terpukul," ujarnya.

Dalam pertemuan itu juga hadir Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudi Susmanto, Danrem 061 Surya Kencana Brigjen TNI Agus Subiyanto, perwakilan Danlanud Atang Senjaya (ATS) Kadisops ATS, Kolonel PNB Agni Prayogo, Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Sukur Hermanto, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy.

Juga Ketua Pengadilan Negeri Cibinong Irfanudin, Kajari Kabupaten Bogor Munaji, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Dandim Kota Bogor Kolonel Arm. Teguh Cahyadi, Kapolresta Bogor Kombes Pol. Hendri Fiuser, Kajari Kota Bogor Bambang Sutrisna, Ketua Pengadilan Negeri Ridwan dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat.

Selain itu, pertemuan juga dihadiri para Kepala OPD se-Kabupaten Bogor, para Camat se-Kabupaten Bogor dan para Ketua Majelis Agama se-Kabupaten Bogor.

Sementara pejabat Kementerian Dalam Negeri yang ikut hadir mendampingi Mendagri adalah Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar, PIt. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA, Plt. Dirjen Bina Keuangan Daerah Moch Ardian, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Marisi Parulian. (rls/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler