Disiram Air Keras, Seorang Napi Lapas Tebingtinggi Sekarat

Kamis, 13 Desember 2018 – 18:58 WIB
Istri korban, Yunita mendampingi suaminya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, Rabu (12/12). Foto: SOPIAN/SUMUT POS

jpnn.com, TEBINGTINGGI - Seorang narapidana di Lapas Klas II Kota Tebingtinggi terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah disiram napi lainnya dengan air keras, Rabu (12/12).

Korban bernama Robi Sari, 34, masih menjalani perawatan di RSUD dr Kumpulan Pane Tebingtinggi.

BACA JUGA: Istri Hamil Tua, Ayah Malah Garap Dua Putri Tirinya

Korban didampingi istrinya, Yunita Hartanti, 28, warga Kampung Bicara, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi.

Kepada awak media, Yunita mengatakan, kejadian ini berawal saat utang korban ditagih Memeng, 30.

Karena belum memilik uang, korban belum bisa membayarnya. Tidak terima, Memeng kemudian menyiramkan air keras ke wajah korban. Wajah korban melepuh. Dia kemudian dilarikan ke RSUD dr Kumpulan Pane Tebingtinggi.

“Aku dikabari pihak Lapas Klas II bahwa suamiku sedang dirawat di Rumah Sakit Kumpulan Pane Tebingtinggi. Ada perkelahian antara penghuni Lapas,” kata Yunita.

“Ketika sampai di rumah sakit, kami terkejut melihat wajah suamiku sudah di perban (bungkus),” sambungnya.

Yunita sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ia mengaku heran, mengapa bisa ada soda api di dalam lapas. Yunita menduga, seluruh petugas yang bekerja di Lapas Tebingtinggi ceroboh. “Saya tidak terima dengan kejadian ini,” tuturnya.

Saat media mengambil gambar korban, tiba-tiba seorang petugas Lapas Klas II Kota Tebingtinggi datang. Petugas itu menghardik para awak media. “Dari mana kalian, kok kalian foto-foto,” bentaknya.

Mendapat laporan dari anggota lapas, KPLP Lapas II Kota Tebingtinggi Chrisman Giliu langsung tiba di rumah sakit. Chrisman marah-marah dan sempat menolak badan salah satu wartawan. “Apa hak kalian memfoto, dia dalam masa penjagaan dan tahananku,” bentak Chrisman.

Kuat dugaan, pihak lapas takut media terlalu menyoal bagaimana air keras bisa masuk ke dalam lapas dengan penjagaan yang ketat.(ian/ala)

 


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler