Diskon Tarif Tol saat Mudik Sebesar 10 Persen

Minggu, 03 Juni 2018 – 00:31 WIB
Kemacetan di Tol Cipali. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Diskon tarif jalan tol pada masa mudik lebaran ditetapkan sebesar 10 persen. Untuk arus balik, diskon lebih besar di beberapa ruas tol. Sementara waktu penerapan bervariasi.

Kesepakatan mengenai pemotongan tarif jalan tol pada masa mudik lebaran itu dicapai oleh Badan-Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Jumat (31/5).

BACA JUGA: Waspada, Tol Salatiga-Colomadu Belum Sempurna untuk Pemudik

Beberapa BUJT yang telah sepakat untuk menerapkan diskon tarif adalah PT. Jasa Marga, PT. Hutama Karya, PT Nusantara Infrastructure, PT Jakarta Lingkar Barat Satu, PT Waskita Toll Road, PT Citra Marga Nusaphala Persada, PT Margabumi Matraraya, dan PT Astra Tol Nusantara.

Variasi penarapan diskon tarif dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama diskon 10 persen diterapkan selama 4 hari, yakni pada masa arus mudik 13 hingga 14 Juni, lalu pada masa arus balik yakni 18 dan 19 Juni.

BACA JUGA: Arus Mudik Lebaran 2018, Jasa Marga Beri Diskon Tarif Tol

Model ini akan diterapkan di ruas-ruas yang dikelola oleh PT Jasa Marga, PT. Hutama Karya, PT Nusantara Infrastructure, PT Jakarta Lingkar Barat Satu, PT Waskita Toll Road, PT Citra Marga Nusaphala Persada, serta PT Margabumi Matraraya.

Sementara PT Astra Tol Nusantara menerapkan diskon 40 persen untuk 3 hari. Yakni 15 hingga 17 Juni 2018. Yang ketiga adalah PT Waskita Toll Road yang menerapkan diskon tertinggi dan terlama, yakni 28 persen, berlaku selama 21 hari, mulai tanggal 8 hingga 23 juni. Diskon ini hanya berlaku di Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

BACA JUGA: Jelang Mudik 2018, Polri Mulai Petakan Titik-titik Kemacetan

Mewakili BUJT, Sekjend Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Sunarto Sastrowiyoto mengatakan bahwa kebijakan ini adalah inisiatif BUJT untuk berpartisipasi mensukseskan mudik lebaran. “Diskon ini dimaksudkan untuk distribusi traffic. Karena biasanya ada titik-titik puncak kemacetan,” kata Direktur PT Marga Mandalasakti (PT MMS), seperti diberitakan Jawa Pos.

Direktur Operasi I PT Jasa Marga Muhammad Sofyan mengatakan bahwa jika dicermati, dari 3 macam mekanisme diskon tersebut, BUJT menghindari penerapan diskon saat hari-hair puncak. Tujuannya adalah agar jumlah kendaraan dapat terdistribusi dengan baik. “Kita tahu kalau kapasitas jalan kami terbatas, rest area juga terbatas,” kata Sofyan.

Sofyan memperkirakan, tidak akan banyak yang berubah dari beban traffic di jalan tol. Utamanya yang melayani arus mudik dari Jakarta ke arah timur seperti Semarang dan Surabaya. Pada puncak mudik, jalan tol dibanjiri hingga 120 ribu kendaraan setiap hari. “Bebannya sama, tapi kita coba distribusikan lewat diskon tol ini,” katanya.

Dirjen Bina Marga PUPR Setiadi Moerwanto mengucapkan terima kasih pada BUJT yang kompak bersama-sama memberikan diskon. Arie mengatakn diskon ini adalah murni inisiatif dari BUJT. “Jadi tidak lagi membutuhkan SK,” katanya.

Sementara itu, keputusan besaran diskon serta waktu penerapan menurut Arie adalah pertimbangan masing-masing BUJT. Seperti pengelola Becakayu yang menerapkan dikson besar, yakni 28 persen dengan waktu penerapan yang lama pula. “Ini sebagai promosi juga,” katanya.

Menanggapi tarif tol Becakayu yang jor-joran, Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto mengakui bahwa selama ini operasional tol Becakayu masih parsial. Baru sampai Casablaca. Sedangkan tarif tetap Rp. 14.000. “Tapi tarif kan nggak mungkin kita turunin, kebetulan ada kesempatan diskon ini karena momen lebaran,” katanya.

Dari sisi traffic, tol Becakayu juga belum terlalu populer. Saat ini, volume kendaraan di tol Becakayu kata Herwi 11 ribu per hari. Masih kurang dari separuh dari target volume kendaraan 29 ribu per hari.

Wakil Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Pengelola Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Firdaus Aziz mengatakan, secara perhitungan ekonomi seharusnya diskon diterapkan ketika sedang low season untuk meningkatkan volume kendaraan. Namun diskon tol ini diterapkan justru saat peak season. “Jadi ini murni insentif kami untuk pengguna jalan,” ucapnya.(tau)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... BCA Siapkan Uang Tunai Rp 45 Triliun


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler