Distribusi Bahan UN 2013 Telan Rp94,8 Milyar

FITRA: Harusnya Bisa Lebih Hemat

Selasa, 12 Maret 2013 – 10:18 WIB
JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mencium adanya permainan dalam proses pengadaan dan distribusi bahan Ujian Nasional 2013, yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Direktur investigasi dan advokasi Seknas FITRA, Uchok Sky Khadafi mengungkapkan, untuk pengadaan dan distribusi bahan UN tahun ini Balitbang Kemdikbud menghabiskan biaya sebesar Rp.94.885.352.747 dari total Rp.120.457.937.603 yang dianggarkan dalam APBN. Artinya ada penghematan sebesar RpRp.25.572.584.856.

"Memang, Balitbang Kemdikbud menghemat sekitar Rp25,5 milyar. Tapi dalam pemantauan Seknas FITRA, penghematan ini terlau kecil dan hanya untuk mengelabui publik. Karena sebenarnya anggaran yang bisa dihemat itu minimal sebesar Rp.32.860.651.085," ujar Uchok kepada JPNN, Selasa (12/3).

Menurut Uchok, masih kecilnya nilai penghematan yang dilakukan Balitbang Kemdikbud itu karena sebagian besar perusahaan yang dimenangkan adalah yang mengajukan harga penawaran lebih tinggi. Sedangkan, perusahaan yang punya penawaran rendah dan murah,  dikalahkan.

Selain itu, gambaran lelang penggandaan dan distribusi bahan UN ini sungguh aneh dan seperti arisan atau pemenangnya lelangnya terkesan sudah diatur. Misalnya, pada paket 1 senilai Rp.17.427.755.120, pemenang lelangnya adalah PT. Balebat Dedikasi Prima dengan penawaran Rp.12.951.707.377.

"Tapi, saat PT. Balebat Dedikasi Prima ikut pada paket 3, dengan penawaran lebih rendah dan murah, malah dikalahkan oleh  PT. Ghalia Indonesia Printing yang penawarannya lebih tinggi. Ini kan aneh," tandasnya.(Fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jalur Undangan tak Bisa Curang

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler