Ditemukan, Landasan Terbang Pterosaurus

Kamis, 20 Agustus 2009 – 15:15 WIB
TERBANG - Sejumlah pterosaurus digambarkan tengah terbang di kawasan pantai bertebing-tebing, dalam salah satu lukisan imajiner seperti yang dimuat oleh situs National Geographic. Reka gambar: Mauricio Anton/Science Photo Library.
BERKELEY - Sebuah landasan terbang pra-sejarah yang khususnya digunakan oleh pterosaurus, makhluk purba yang bisa terbang, baru saja ditemukanPara peneliti menemukan bukti keberadaan landasan pendaratan bagi reptil terbang yang telah punah itu tepatnya di sebuah lokasi yang dinamai "Pantai Pterosaurus"

BACA JUGA: Sejumlah iPhone Dilaporkan Bisa Meledak

Penemuan itu berasal dari sejumlah deposit batuan pasir halus dari sebuah laguna kuno di kawasan barat daya Prancis, yang dikatakan berasal dari sekitar 140 juta tahun lalu, di penghujung era jurassic.

Seperti diberitakan LiveScience.com, Kamis (20/8), jejak-jejak kaki dari deposit di lokasi itu sekaligus menunjukkan sejumlah gerakan pendaratan yang biasa dilakukan para pterosaurus - hewan dari jenis pterodactyloid dengan rentang sayap sekitar 1 meter - itu
Jejak-jejak yang dianalisa itu memperlihatkan bahwa saat akan mendarat, pterosaurus mengepakkan sayap untuk mengerem terbangnya, kemudian langsung menjejakkan kedua kakinya yang sepanjang 5 cm secara bersamaan pada sudut lumayan tinggi.

Berikutnya, masih berdasarkan rekaman jejak yang ditemukan, reptil terbang tersebut tampaknya masih harus menyeret kakinya hingga jarak tertentu, dengan kemngkinan melakukan beberapa gerakan seperti lompatan dua kaki

BACA JUGA: Hujan Meteor Tahunan Malam Ini

Setelah itu, barulah makhluk tersebut bisa benar-benar berhenti, sesudah menurunkan pula kedua sayapnya, sebelum akhirnya menyesuaikan posisi badannya.

"Tidak ada bukti keberadaan landasan lain (sejauh ini) di dunia, yang berhubungan dengan pterosaurus, baik dalam hal pendaratan maupun saat tinggal landasnya," ungkap Kevin Padian, anggota tim peneliti yang adalah juga seorang paleontolog di University of California, Berkeley.

"Pterosaurus, sebagaimana juga burung, adalah binatang yang sangat ringan, dan tidak cenderung meninggalkan banyak jejak dibandingkan misalnya dengan makhluk sauropod, dinosaurus terbesar di bumi yang berbobot 50 ton," papar David Hone pula, seorang paleontolog dari Insitut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi Cina di Beijing yang tak ikut dalam penelitian itu.

"Jika ada jejak pterosaurus yang bisa ditemukan (sekarang), kemungkinan terbentuknya adalah di atas lumpur atau pasir paling halus, yang juga sangat-sangat jarang ditemukan
Makanya, penemuan jejak pterosaurus yang mendarat seperti ini sangatlah luar biasa," ujar Hone lagi, sambil menambahkan bahwa temuan para peneliti dalam hal ini terlihat "sangat kuat dan meyakinkan".

Fakta (temuan) bahwa pterosaurus punya kemampuan untuk menurunkan kakinya saat masih terbang, menurut Padian pula, mengisyaratkan betapa makhluk tersebut memiliki kontrol kepakan sayap yang mengagumkan

BACA JUGA: Ditemukan, Infeksi HIV Jenis Baru

Ia pun menyatakan bahwa penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap jejak saat reptil tersebut tinggal landas, yang akan memberi petunjuk bagaimana sebenarnya cara terbang mahkluk purba itu.

"Ada ratusan jalur terbang di kawasan (situs purbakala) besar tersebut," ungkap Padian lagi dengan nada optimis(ito/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bubu Awards V.06 Diikuti 700 Lebih Peserta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler