Diteriaki Jambret, Padahal Bukan, Terlanjur.. Dua Pemuda Ini Bonyok Diamuk Massa

Sabtu, 01 Agustus 2015 – 01:21 WIB

jpnn.com - BATAM - Aksi main hakim sendiri masih sering kerap terjadi. Kali ini dua orang pemuda harus merintih kesakitan karena diduga melakukan penjambretan di Southlink Tiban. Meskipun belum terbukti bersalah, Ia dihajar puluhan warga sebelum diserahkan ke polisi, Kamis (30/7).

Dihadapan polisi, salah seorang pemuda bernama Boy Sinurat, 27, mengaku tidak ada niat untuk mencuri. Ia diteriaki maling lantaran sepeda motornya bersenggolan dengan sepeda motor salah seorang wanita. Wanita tersebut yang terkejut, sontak meneriakinya jambret.

BACA JUGA: Astaga, Ada Pengusaha Terkenal Jatim Cabuli Puluhan Bocah

"Waktu itu jalanan ramai, saya dari BCS memacu sepeda motor untuk pulang ke rumah di Batuaji. Tiba-tiba saya bersenggolan dengan seorang wanita. Ia terkejut dan meneriaki saya jambret," ungkap Boy, yang juga merupakan warga Perumahan Nagajaya, Batuaji.

Warga yang mendengar teriakan itu segera mengejar kedua pemuda ini. Karena takut Boy melaju motornya menuju Tiban Kampung, masuk ke perumahan warga. Sementara itu, rekannya, Januar tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya pasrah berbonceng dibelakang kemudi motor.

BACA JUGA: Bocah 6 Tahun Sering Ditampar, Dicambuk dan Dilempar Tante Sendiri

"Apa yang mau dijambret, cewek itu tidak bawa apa-apa. Kami lari karena diteriaki jambret," ungkapnya sambil merintih kesakitan.

Sebelum dihajar habis-habisan warga, ia sempat bersembunyi dibelakang salah satu rumah warga di Tiban Kampung. Namun naas persembunyiannya tidak berjalan mulus. Dia pun kepergok dan dihakimi warga. "Saya sudah bilang nggak ada maling tapi tetap dipukul," tuturnya.

BACA JUGA: Sadis! Bocah Diperkosa, Dicekik, Diinjak, Dibunuh Sepupu Sendiri

Sementara itu, Kapolsek Sekupang,  Kompol Rimsyahtono membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, ke dua pemuda itu tidak terbukti bersalah. Tidak ada barang bukti dan  bahkan, wanita menjadi korban itupun sampai sekarang tidak ada melapor.

"Di Polsek tetap kita introgasi dulu. Tapi memang tidak ada korban dan barang bukti," ungkapnya.

Kini, kedua pemuda tersebut sudah di izinkan pulang ke rumahnya setelah 24 jam pemeriksaan. Rimsyah juga menyayangkan tindakan main hakim yang dilakukan masyarakat. Dia berharap masyarakat mempercayakan hal seperti ini kepada pihak kepolisian.

"Kan kasihan juga, kalau ada orang gak bersalah dipukul hingga babak belur," pungkasnya. (rng/ray)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menegangkan! Kapolsek Ikut Hadang Perampok, Nyaris Celaka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler