Dituduh Pelaku Penculikan Anak, Seorang Wanita Dibakar Hidup-Hidup

Kamis, 26 Januari 2023 – 14:25 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat Kombes Pol. Adam Erwindi. ANTARA/Hans Arnold Kapisa

jpnn.com, MANOKWARI - Seorang wanita berinisial WG tewas seusai dibakar hidup-hidup di Kota Sorong, Papua Barat.

Korban dituduh sebagai pelaku penculikan anak.

BACA JUGA: Buat Warga Semarang, Hati-Hati Penculikan Anak

Sehari pascakejadian, polisi menangkap dua pelaku yang terlibat dalam pembakaran, yakni berinisial AT dan FT.

"FT lebih dulu ditangkap di rumahnya pada Selasa sekitar pukul 18.40 WIT," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi di Manokwari, Kamis.

BACA JUGA: Tampang Pelaku Penculikan Anak, Ada yang Kenal?

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya yang mengakibatkan korban dibakar hingga meninggal dunia.

Keesokan harinya atau Rabu, tim Polresta Sorong kembali menangkap tersangka AT sekitar pukul 18.00 WIT.

BACA JUGA: 5 Fakta Dua ABG Putri di Jambi Diperkosa Bergilir 13 Remaja, Poin Ketiga Gila Banget

"Tersangka AT berperan membeli satu botol bensin dan menyerahkan ke tersangka FT," jelas Adam Erwindi.

Ia menuturkan polisi terus melakukan pengembangan atas kasus pembakaran korban WG dan kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 187 ayat (3) dan atau Pasal 338 dan atau Pasal 170 ayat (3) dan atau Pasal 160 KUHPidana juncto Pasal 55 KUHPidana juncto Pasal 56 KUHPidana.

"Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dari hasil pengembangan yang dilakukan," terang Kabid Humas.

Ia menuturkan, pembakaran korban WG yang terjadi pada Selasa pagi di Kompleks Kokoda Kilometer 8 Kelurahan Klasabi Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong dipicu adanya informasi hoaks penculikan anak.

Massa yang menduga WG adalah bagian dari pelaku penculikan anak langsung bertindak main hakim sendiri dan membakar korban.

"Salah seorang massa menyiramkan bensin dan membakar korban" ucap Adam.

Terpisah, aktivis perempuan Papua Barat Yuliana Numberi berharap penanganan kasus pembakaran korban WG tetap mempertimbangkan berbagai aspek.

Kasus tersebut harus menjadi atensi bagi penegak hukum, pemerintah daerah dan awak media sehingga lebih meningkatkan peran melawan informasi hoaks yang bertebaran di media sosial.

"Harus jadi catatan semua pihak bahwa hoaks itu yang menjadi penyebab awal," ujar Yuliana.

Dia menyarankan agar pemerintah daerah dan pihak penegak hukum cekatan merespon seluruh informasi yang bertebaran di ruang maya.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait harus memiliki call center sebagai sarana bagi masyarakat untuk mengecek sebuah informasi.

"Edukasi dan sosialisasi itu penting supaya masyarakat tahu bahwa mana hoaks dan mana bukan," kata dia. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Tim SAR Masih Evakuasi Penumpang


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler