Djokovic Kalahkan Federer di Final Wimbledon Paling Lama dalam Sejarah

Senin, 15 Juli 2019 – 03:33 WIB
Novak Djokovic. Foto: AFP

jpnn.com, LONDON - Novak Djokovic (Serbia) mempertahankan gelar Wimbledon setelah mengalahkan Roger Federer (Swiss) dalam final di Centre Court All England Club, London, Senin (15/7) dini hari WIB.

Tak mudah. Djokovic harus melakoni pertandingan berdurasi empat jam 57 menit untuk menang 7-6 (5), 1-6, 7-6 (4), 4-6, 13-12 (3) atas lawannya yang berusia 37 tahun itu.

BACA JUGA: Prediksi Djokovic vs Federer: Seperti Sekolah, Tak Perlu Lagi Membaca Buku di Hari Ujian

BACA JUGA: Jadi Juara Wimbledon 2019, Simona Halep Wujudkan Mimpi Ibunya

Ya, tiga kali tie-break. Terakhir di set kelima, sesuai aturan, setelah 6-6 kedua pemain harus bermain game penuh untuk mencari selisih dua. Namun, Djokovic dan Federer terus imbang hingga 12-12. Ini baru harus diselesaikan dengan tie-break.

Djokovic si peringkat satu dunia itu akhirnya memenangi tie-break 7-3 atas Federer, si ranking tiga dunia yang bila didengar dari suara penonton, lebih banyak punya pendukung ketimbang Djokovic.

BACA JUGA: Roger Federer: Ini akan Menjadi Pertandingan Paling Favorit Buat Saya

BACA JUGA: Djokovic vs Federer: Seperti Sekolah, Tak Perlu Lagi Membaca Buku di Hari Ujian

"Pertandingan ini, akan saya ingat selamanya," kata Djokovic seperti dikutip dari ATP Tour.

Pertandingan berdurasi empat jam 57 menit itu pun tercatat sebagai final tunggal putra paling lama dalam sejarah Wimbledon, mengalahkan durasi final tunggal putra Wimbledon 2008 antara Rafael Nadal vs Federer empat jam 48 menit. Saat itu Nadal menang 6-4, 6-4, 6 (5)-7, 6 (8)-7, 9-7.

Gelar Wimbledon kali ini merupakan yang kelima buat Djokovic setelah 2011, 2014, 2015 dan 2018. Petenis berusia 32 tahun ini pun kini sejajar dengan legenda tenis Swedia Bjorn Borg (1976, 1977, 1978, 1979, 1980), tetapi masih berjarak tiga lagi dengan tunggal putra paling sering juara di Wimbledon, Federer, delapan kali.

"Saya melawan salah satu pemain terhebat sepanjang masa, Roger yang saya hormati. Sayangnya dalam pertandingan hebat tadi seseorang harus kalah," ucap Djokovic.


Novak Djokovic menerima trofi dari Catherine, Duchess of Cambridge. Foto: AFP

Kini Djokovic mengantongi 16 gelar grand slam. Selain lima Wimbledon, kemudian ada tujuh Australian Open, satu Roland Garros dan tiga US Open. Djokovic masih berada di peringkat ketiga daftar tunggal putra paling banyak mengumpulkan gelar grand slam dalam sejarah, setelah Rafael Nadal (18) dan Federer (20).

"Ketika saya masih kecil, empat atau lima tahun, bermimpi menjadi pemain tenis, Wimbledon selalu menjadi turnamen favorit saya. Saya di sini untuk orang tua saya, putra saya dan tim saya sangat istimewa. Namun, khusus buat orang tua saya, terima kasih atas segalanya," tutur Djokovic. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kalah, Rafael Nadal Habis-habisan Memuji dan Mendoakan Roger Federer


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler