DKI Anggarkan Rp 2 Triliun Demi Batasi Kendaraan Pribadi Botabek

Senin, 25 April 2016 – 05:29 WIB
Ilustrasi: Foto: dok/JPG

jpnn.com - JAKARTA - Sebanyak 200 bus Transjabodetabek bakal mendapat subsidi dari Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta. Anggaran dana public service obligation (PSO) sebesar Rp 2 triliun akan mengucur tahun ini.

Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, saat ini anggaran PSO dalam APBD DKI Jakarta sebesar Rp 1,6 triliun. Itu akan ditambah Rp 400 miliar dalam APBD Perubahan, sehingga jumlahnya menjadi Rp 2 triliun.

BACA JUGA: Puluhan Miliar Hilang Terendam Banjir

Pihaknya sudah meminta kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI agar dana PSO tersebut juga dapat digunakan untuk PSO TransJabodetabek. ”Ternyata BPKAD mengabulkan permintaan kami. BPKAD mengizinkan PSO ini dapat digunakan sebagai PSO TransJabodetabek,” terangnya, Minggu (24/4).

Mantan Camat Jatinegara itu mengungkapkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memberikan 600 unit bus ukuran besar melalui operator Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Dari jumlah itu, 200 di antaranya untuk melayani penumpang di daerah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

BACA JUGA: Kritisi Kebijakan Ahok, Sanjung Djarot

”Tetapi 600 unit bus itu dioperasikan secara bertahap. Jadi tahap awal yang akan dioperasikan baru 246 unit bus. Nah dari 246 unit bus tersebut, sebanyak 100 bus di antaranya kita operasikan menjadi bus TransJabodetabek,” ujarnya.

Dengan adanya 200 unit bus Transjabodetabek yang melayani daerah Bodetabek, Andri mengharapkan pemerintah kabupaten/kota yang menjadi mitra Pemprov DKI Jakarta dapat membantu membatasi kendaraan pribadi warganya yang ingin ke Jakarta.

BACA JUGA: Bruakk! Sejoli Pengendara Harley Davidson Tabrakan, Satu Tewas

”Kami berharap pemerintah daerah di Bodetabek membantu agar warganya beralih ke Transjabodetabek daripada menggunakan kendaraan pribadi. Mereka cukup membayar Rp 3.500 dari Bodetabek ke Jakarta dan sebaliknya,” jelasnya.

Andri menargetkan 200 unit bus Transjabodetabek akan beroperasi seluruhnya pada Mei ini. Diharapkan 200 bus Transjabodetabek tersebut bisa beroperasi berbarengan dengan 400 unit bus Transjakarta yang juga disiapkan beroperasi pada Mei ini.

Jadi totalnya ada 600 unit bus ukuran besar yang siap melayani transportasi warga Jabodetabek. Untuk tahap awal, baru 100 unit Transjabodetabek yang beroperasi. Dengan rinciaan, untuk Tangerang (jurusan Jakarta-Serpong) 20 bus; Jakarta-Bekasi Barat 20 unit bus, Jakarta-Bekasi Timur sebanyak 20 unit bus dan Jakrta-Depok sebanyak 20 bus.

”Masing-masing wilayah ada 20 titik perjalanan bus ke Jakarta. Untuk Depok, kalau jadi akan jalan Senin (25/4). Tapi kita koordinasi dulu dengan pemda setempat. Kita akan sesuaikan dengan kebutuhan penumpangnya,” paparnya juga.

Bila 600 unit bus Transjakarta itu beroperasi seluruhnya, maka pihaknya akan menarik bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) masuk ke dalam manajemen Transjakarta. Dengan begitu akan diberlakukan pembayaran dengan sistem rupiah per kilometer.

”Tapi kalau tidak mau, maka APTB akan dihilangkan. APTB sudah tidak ada lagi nantinya,” ujarnya.

Selain menghilangkan operasional APTB, Andri berharap agar pemerintah yang ada di Bodetabek melakukan pembatasan kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta, khusunya pada saat jam-jam sibuk. (dni/yuz/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ustaz Yusuf Mansur akan Maju Lewat Jalur Satu Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler