”Tadi kami melakukan pemeriksaan
BACA JUGA: Dephub Minta RAL Ajukan Pejabat Baru
Kondisi badannya sehat dan terlihat tenang,” kata HermonoBACA JUGA: Hati-Hati, Banyak Copet di Busway
Dalam sehari, pemeriksaan kesehatan dilakukan tiga kali oleh tiga dokter
Dari catatan Radarmas (Grup Jawa Pos), pemeriksaan pertama dilakukan pukul 10.45
BACA JUGA: Pemerintah Akui Tak Mampu Sediakan Air Bersih
Saat diperiksa, Rio tetap di kamarnya yang berukuran 3 x 4 meter ituDokter didampingi petugas lapas melakukan pemeriksaan dari luar dengan dibatasi jeruji besiSementara itu, para wartawan yang berkesempatan masuk ke lapas tidak izinkan mendekatMereka hanya bisa mengambil gambar dari lantai II di depan ruang KalapasWajah Rio tidak terlihat jelas, hanya tampak pakaian putih yang dikenakannyaPemeriksaan berlangsung lebih dari 15 menit.
Secara terpisah, Kepala Lapas Purwokerto Sutaryo mengatakan, penjagaan keamanan di lingkungan lapas diperketatUnsur pengamanan itu dari unsur Polri empat personel dan penjaga keamanan lapas delapan orang
”Hampir setiap 10 menit ada petugas yang mengontrol kamar RioSemalam (pasca pemindahan dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Red), Rio terlihat tenangBahkan, dia sempat menunaikan salat malamDia tekun beribadah,” kata SutaryoBorgol di tangan Rio juga sudah dilepaskan
Saat disinggung hingga kapan Rio di tempat tersebut, Sutaryo menjawab bahwa hal itu bukan kewenangannyaPemindahan Rio ke Purwokerto merupakan bagian dari proses pelaksanaan eksekusi mati yang dilaksanakan dalam waktu 3 x 24 jam
Sutaryo mengaku, hingga kemarin belum menerima surat izin kunjungan dari keluarga terpidana”Hingga saat ini kami belum menerima izinnyaBila nanti ada, kami siap memfasilitasi," kata Mantan Kalapas Permisan Nusakambangan itu
Rio Alex Bullo divonis mati Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto karena pada 1997–2001 telah membunuh sedikitnya empat pemilik atau pengelola rental mobilPembunuhan itu merupakan cara terpidana membawa lari mobil yang disewa dari pemilik atau pengelola rental tersebut
Setiap melancarkan aksinya, terpidana selalu menyiapkan dua martil untuk menikam kepala korbanKarena itu pula, terpidana dijuluki Rio Si Martil MautSelama mendekam di Lapas Nusakambangan, terpidana juga membunuh teman satu penjaranya, Iwan Zulkarnaen(ap11/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Festival Singkarak Danau Kembar 2008
Redaktur : Tim Redaksi