Doli: Keterangan Akom Perlihatkan Setnov Terlibat...

Jumat, 07 April 2017 – 12:20 WIB
Ahmad Doli Kurnia. Foto: dok/JPG

jpnn.com, JAKARTA - Tokoh muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia angkat bicara menanggapi keterangan politikus Golkar Ade Komaruddin (Akom), saat bersaksi pada persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (6/4) kemarin.

Menurut Doli, keterangan Akom menunjukkan Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto, terlibat aktif dalam proyek pengadaan e-KTP.

BACA JUGA: Nama SBY Disebut Anas, Begini Reaksi Agus Hermanto

"Bahkan pernyataan (Setnov sebagaimana dikemukakan Akom di persidangan, red) yang menyatakan telah 'aman', menegaskan Setya Novanto berlaku seperti seorang perencana, pengendali, dan pengatur semua hal yang terkait proyek tersebut," ujar Doli kepada jpnn.com, saat dihubungi Jumat (7/4).

Dalam kasus dugaan korupsi e-KTP, Akom dimintai keterangannya saat masih menjabat Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR, di mana ketika itu Setnov menjabat Ketua Fraksi Golkar dan Aburizal Bakrie menjabat ketua umum.

BACA JUGA: JPU KPK Heran Sekelas Setnov Masih Mengurus Kaus Partai

"Saya kira kekhawatiran yang disampaikan Akom kepada ARB pada saat itu, membuktikan proyek e-KTP bukan kebijakan institusi partai. Karena Akom sebagai Sekretaris F-PG saat itu, tidak terlibat dan justru mengingatkan Setnov selaku Ketua F-PG DPR. Jadi, jangankan dibicarakan di level DPP apalagi di tingkat partai, di F-PG saja tidak secara resmi dibahas," ucap Doli.

Meski demikian, Doli menilai perlu diklarifikasi apakah Ical ketika itu sudah menegur Setnov.

BACA JUGA: Akom Makan Bersama Terdakwa Kasus e-KTP dan Pak Menteri

"Bila teguran itu tidak pernah ada, perlu penegasan lebih kuat dari ARB, bahwa selaku ketua umum ketika itu, tidak pernah menerima dana apa pun terkait proyek e-KTP dari Setnov yang saat itu juga menjabat Bendahara Umum Golkar," tutur Doli.

Menurut Doli, penegasan dari Ical penting. Paling tidak untuk bisa memisahkan dan menyelamatkan Golkar secara institusi, keluar dari anggapan ikut terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Akom pada persidangan Kamis kemarin mengatakan, pernah menemui Ical untuk membicarakan masalah Setnov.

"Terus terang saya tidak tahu kebenarannya, tapi saya wajib mengingatkan kepada pimpinan. Karena saya sangat mencintai partai ini. Saya takut Pak Nov terlibat, partai bisa bubar. Karena kalau ada aliran dana ke partai, partai bisa bubar. Sepengetahuan saya begitu, saya tak ingin partai ini bubar," tutur Akom.

Akom juga mengatakan, Setnov pernah mencoba menenangkannya. Dengan mengatakan soal e-KTP aman. "Beliau katakan, 'beh kalau soal e-KTP aman," tutur Akom.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Novanto Diperiksa, Idrus Marham yang Plong


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler