Donald Trump Sudah Muak Diancam Iran

Minggu, 05 Januari 2020 – 08:20 WIB
Setya Novanto bersama Donald Trump dalam kampanye Pemilu Presiden Amerika Serikat pada 2016. Foto: REUTERS/Lucas Jackson

jpnn.com, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menumpahkan amarahnya di Twitter, Sabtu (4/1) waktu setempat. Dia mengaku akan menghancurkan 52 target di wilayah Iran jika republik Islam itu berani mengganggu warga atau aset AS.

Pernyataan mengerikan itu dilontarkan Trump lantaran kesal melihat pejabat-pejabat Iran mengancam akan membalas kematian Mayor Jenderal Qassem Soleimani dengan menyerang AS.

BACA JUGA: Ancaman Terbaru Donald Trump untuk Iran, Mengerikan Banget

"Mereka (Iran) dengan gagahnya berkoar tentang menyerang aset AS untuk membalas dendam," tulis Trump di Twitter.

Bagi Trump, Soleimani memang pantas mati. Dia menyebut komandan pasukan elite Iran itu pemimpin teroris yang telah merenggut nyawa warga AS dan melukai banyak orang.

BACA JUGA: Ancaman Trump Terbukti, Jenderal Iran Tewas Dirudal Pesawat Amerika

Trump juga menganggap Soleimani sebagai dalang tewasnya ratusan demonstran antipemerintah di Iran baru-baru ini. "Dia telah menyerang kedutaan besar kita, dan menyiapkan serangan terhadap lokasi-lokasi lain," lanjut Trump.

Karena itu, Trump tidak terima diancam Iran karena membunuh Soleimani. Dia menilai Iran hanya mencari masalah. "Selama bertahun-tahun Iran hanya jadi masalah," tulis politikus Partai Republik itu di akun @realDonaldTrump.

BACA JUGA: Informasi dari Amerika Gagalkan Rencana Teroris Rusia, Putin Langsung Telepon Trump

Menurut Trump, rudal-rudal militer AS sudah mengunci 52 target, termasuk di antaranya situs budaya yang sangat penting bagi Iran. Jika Tehran berani macam-macam, dia akan memerintahkan semua target itu dibikin rata dengan tanah.

Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi menyebut pembunuhan Mayjen Qassem Soleimani oleh AS sebagai aksi militer. Dia pun menegaskan bahwa Iran berhak memberikan balasan yang setimpal atas tindakan tersebut. "Aksi militer harus dibalas dengan aksi militer," tegas dia. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler