Doni Monardo: Jangan Dibuat Bercanda, Itu Bukan Mainan

Rabu, 13 Januari 2021 – 18:56 WIB
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menegaskan bahwa protokol kesehatan bukan mainan.

"Masalah protokol kesehatan jangan dibuat bercanda, itu (prokes-red) jangan dianggap mainan," kata pria kelahiran Cimahi 10 Mei 1963 itu dalam sebuah diskusi daring, Rabu (13/1).

BACA JUGA: Doni Monardo Optimistis Pembatasan di Jawa-Bali Mampu Menekan Kasus COVID-19

Hal itu ia tegaskan karena melihat masih banyak masyarakat yang tidak benar dalam menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai contoh masker yang seharusnya menutupi bagian mulut dan hidung malah diturunkan ke bawah.

BACA JUGA: Doni Monardo: Ini Alarm Bagi Kita Semua

Perbuatan tidak tepat itu malah terlihat di televisi sehingga dilihat atau disaksikan oleh masyarakat Indonesia dan dikhawatirkan menjadi contoh yang salah.

"Pakai masker seperti itu ditayangkan, publik melihat," katanya.

BACA JUGA: MUI: Vaksinasi Covid-19 Bentuk Ikhtiar Mencegah Penularan Wabah, Umat Islam Jangan Ragu

Ia menyayangkan perbuatan yang tidak tepat tersebut bisa saja menjadi contoh masyarakat luas. Apalagi, saat ini kondisi pandemi terus meningkat ditambah lagi kasus baru per 13 Januari menyentuh 11.278.

Jenderal TNI bintang tiga itu mengajak masyarakat untuk terus melatih dan membiasakan diri menggunakan masker dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan, masyarakat juga diajak agar mulai melatih diri menggunakan masker saat tidur.

Secara pribadi, Doni telah menerapkan hal itu dan tidak ada gangguan kesehatan.

"Saya sudah berlatih memakai masker saat tidur tanpa dilepas dan bisa," katanya.

Ia menyakini jika masyarakat mau dan bersungguh-sungguh, maka penerapan protokol kesehatan yang benar dan berkelanjutan bisa dilakukan, termasuk saat tidur.

Doni juga berpesan dan mengingatkan semua pihak agar penerapan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan memakai sabun agar terus dilakukan secara kolektif. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler