Dor! Sopir Blue Bird Tewas Ditembak Maling

Minggu, 08 Maret 2015 – 06:44 WIB
Kurnaidi, kakak ipar korban, saat menunggu jenazah Acam Mulyadi di RS Polri Kramat Jati Sabtu (7/3). Foto: Yuz/Jawa Pos

jpnn.com - BEKASI – Aksi kejahatan di wilayah Kabodetabek makin ngeri. Penangkapan masif hingga perintah tembak mati belum juga membuat komplotan begal ciut nyali. Termasuk maling.

Sabtu dini hari (7/3), maling kembali ”memakan” korban jiwa. Kali ini, korbannya adalah Acam Mulyadi, 48. Warga Bekasi, Jawa Barat, itu tewas setelah peluru dari senjata api (senpi) milik pelaku menembus perutnya.

BACA JUGA: Innalillahi...Terlempar dari Mobil, Bayi 9 Bulan Tewas di Tol Jagorawi

Peluru tajam menghunjam tubuh Acam setelah menghalangi pelaku yang hendak membawa kabur motornya. Untungnya, istri dan adik korban di tempat kejadian perkara (TKP) tidak terkena tembakan.

Menurut Kurnaidi, 46, kakak ipar Acam, sekitar pukul 03.00, ada dua maling yang menyatroni rumah korban di Gang Haji Nawawi, Jalan Bintara 11, RT 10, RW 2, Kelurahan Bintara, Bekasi Barat.

BACA JUGA: Ini Kesaksian Kartini Melihat Suaminya Tewas Ditembak Begal

Saat korban dan anggota keluarga sedang tidur, pelaku mencuri motor yang diparkir di garasi rumah. ”Seorang pelaku masuk lewat pintu depan," katanya saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pelaku yang mengenakan helm tertutup tersebut kemudian mencongkel kunci motor Honda Beat putih nopol B 3112 KRM. Saat itu, istri korban, Kartini, 33, mendengar bunyi kletek dari bagasi.

BACA JUGA: Ha..ha..Bobol Bank, Maling Ini Cuma Dapat Aki Bekas

Setelah dilihat, ternyata ada pelaku yang sedang beraksi. Kartini pun bergegas membangunkan Acam. Dia bersama istrinya lalu keluar rumah dan berteriak maling.

”Pelaku sudah berada di luar rumah, jadi sudah siap membawa kabur motor. Seorang pelaku lagi tetap di atas motor," ujar Kurnaidi.

Korban berupaya mengejar dan menghalangi pelaku. Saat itu, Kartini sebetulnya sudah memperingatkan suaminya untuk tidak mengejar. Tetapi, korban nekat. Sejurus kemudian, pelaku menembak perut kanan Acam.

Korban pun terkapar. Saat bersamaan, Abdul Khadir, 30, adik korban, ikut mengejar. ”Sekali lagi, pelaku memuntahkan peluru, untungnya tidak kena,” lanjut Kurnaidi.

Mendengar kegaduhan tersebut, warga lain berdatangan. Pelaku yang panik tidak jadi membawa motor hasil curian. Saat berusaha kabur, seorang pelaku lagi terjatuh setelah dilempari warga.

Karena semakin panik, kedua tersangka memilih lari untuk menyelamatkan diri. Mereka meninggalkan motor Honda Beat putih nopol B 3993 FTQ. ”Pelaku tidak terkejar warga,” ujar Kurnaidi.

Acam yang sudah tidak sadar diri langsung dibawa ke RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Dua jam mendapat perawatan, sekitar pukul 05.30, korban mengembuskan napas terakhir. Jenazahnya kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk divisum. Kemarin sore, korban dimakamkan di TPU Tambun.

”Korban setahun terakhir bekerja sebagai sopir taksi Blue Bird," ungkap Kurnaidi. Almarhum meninggalkan istri dan tiga anak. Yakni, Eneng, 14; Dedeh, 9; dan Rafi, 7.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Rudi Setiawan menjelaskan, polisi sudah melakukan olah TKP. Pihaknya masih mendalami keterangan istri dan adik korban yang menyaksikan kejadian itu. Berdasar hasil pemeriksaan, pelaku menembak dua kali menggunakan senjata rakitan. ”Tembakan pertama mengenai korban. Tembakan kedua mengarah ke udara,” ungkapnya.

Rudi menuturkan, pelaku nekat melepas tembakan karena korban berusaha menghalangi. Dari peristiwa tersebut, polisi menyita Honda Beat milik pelaku, kunci letter T yang masih berada di motor korban, dan helm pelaku yang dibuang tidak jauh dari lokasi. ”Kami masih mendalami dan mengejar. Semoga bisa cepat terungkap," ujarnya. (yuz/co1/hud)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kambing Makan Padi Tetangga, Kepala Uus Dibacok Dua Kali


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler