Dorong Ekspor, Bea Cukai Asistensi Kepada Calon Eksportir di Daerah

Jumat, 12 Maret 2021 – 23:15 WIB
Bea Cukai melakukan asistensi secara masif terhadap calon-calon eksportir di berbagai daerah. Ilustrasi. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Dalam upaya terus menggerakkan industri dalam negeri, Bea Cukai kembali memberikan pendalaman potensi ekspor yang dimiliki berbagai daerah di Indonesia. Bea Cukai juga melakukan asistensi secara masif terhadap calon-calon eksportir di berbagai daerah.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga R Syarif Hidayat, mengatakan upaya pendalaman potensi ini sama halnya dengan upaya lainnya yang dilakukan Bea Cukai dalam mendongkrak perekonomian Indonesia.

BACA JUGA: Bea Cukai dan Korpolairud Baharkam Gelar Patroli Laut di Wilayah Pesisir Timur Sumatera

“Upaya kali ini merupakan satu dari sekian banyak langkah Bea Cukai agar ekspor di Indonesia terus bertambah. Kami akan terus berikan pelayanan yang prima untuk para calon eksportir ini,” ujar Syarif dalam keterangan pers Humas Bea Cukai, Jumat (12/3).

Bea Cukai kali ini melakukan pendalaman potensi ekspor di bidang Perikanan di berbagai daerah. Di antaranya dilakukan Bea Cukai Tanjung Emas yang memberikan asistensi kepada PT Mitra Bahari Mulia Utama Semarang dengan berfokus pada fasilitas Kemudahan Impor untuk Tujuan Ekspor (KITE).

BACA JUGA: Bea Cukai Kawal Ekspor Ikan dan Produk Perikanan di Berbagai Daerah

PT Mitra Bahari Mulia Utama diberikan fasilitas KITE agar mendapatkan manfaat berupa pembebasan bea masuk, yang dapat menekan cashflow perusahaan sehingga nantinya mendorong peningkatan daya saing perusahaan, investasi, dan ekspor nasional.

Selain itu, Bea Cukai Gorontalo melakukan asisten pada Unit Pengolahan Ikan Kirana di Gorontalo. Bea Cukai Gorontalo menjadi wadah dari keluh kesah pelaku usaha selama pandemi ini yang mengatakan bahwa terjadi penurunan pada ekspor mereka.

BACA JUGA: Laksamana Yudo Sowan ke Sesepuh TNI AL Tanto Kuswanto

Bea Cukai Gorontalo kemudian memberikan motivasi serta asistensi berupa peluang yang akan didapat apabila pengelola dapat terus melakukan ekspor. Diharapkan Unit Pengolahan Ikan Kirana akan tetap melakukan ekspor ikan ke negara tetangga.

Kemudian, setelah sebelumnya Bea Cukai melakukan ekspor direct call ke Singapura berupa 4,19 tonase ikan tuna, kali ini Bea Cukai Bitung melakukan Customs Visits Customer (CVC) berupa bimbingan dan asistensi ekspor kepada UD Tomini Bay Seafood.

Kunjungan dilakukan untuk menggali potensi ekspor dan memberikan sosialisasi mengenai optimalisasi ekspor langsung (direct call) dari Pelabuhan Hub Internasional Bitung.

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis Bea Cukai Bitung, Thomas Nugroho Adi Prasetiyo, mengatakan bahwa Pelabuhan Bitung yang berstatus Pelabuhan Hub Internasional masih belum optimal, dengan demikian perlu dukungan pelaku usaha.

“Dengan meningkatnya jumlah ekspor dari Bitung, akan menambah lalu lintas pelayaran internasional yang singgah di Pelabuhan Bitung, sehingga ekspor langsung atau direct call dapat terwujud,” ujar Thomas.

Tidak berbeda dengan Bea Cukai Sintete yang memberikan calon eksportir mengenai Modul Aplikasi Pemberitahuan Ekspor Barang di Kantor Bea Cukai Sintete. Meskipun dalam masa pandemi seperti ini, Bea Cukai Sintete tetap bersemangat untuk menyiapkan eksportir agar dapat melakukan ekspor secepatnya.

“Kami harap Bea Cukai akan dapat terus melakukan pendampingan bagi calon eksportir di Indonesia,” kata Thomas.

Dia berharap beban yang timbul pada masa pandemi sejak 2020 dapat berkurang dengan adanya ekspor-ekspor daerah yang mendorong pertumbuhan perekonomian.

“Ekspor ini diharapkan menjadi program yang ikut menyukseskan Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujar Syarif.(jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler