Dorong Pengiriman Daging Ketimbang Sapi

Jumat, 20 November 2015 – 12:36 WIB
Ilustrasi.

jpnn.com - SURABAYA - Selama ini Jatim telah banyak mengirim sapi ke luar provinsi. Namun, tidak semua terdeteksi di tingkat provinsi. Tahun ini kemampuan Jatim mengirimkan sapi ke luar provinsi tercatat 310 ribu ekor. Berdasar data di pelayanan perizinan terpadu (P2T), angka terakhir yang tercatat di Dinas Peternakan Jatim sebanyak 7.560 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Jatim Maskur mengakui, sebagai wilayah produsen, Jatim memang mengirimkan sapi ke berbagai daerah. Di antaranya ke DKI Jakarta, Jawa Barat, dan berbagai daerah di luar Jawa seperti Kali­mantan. 

BACA JUGA: Industri FMCG Asia Didominasi Pemain Lokal

''Sebenarnya kami mengharapkan sapi yang dikirim itu diganti dengan daging. Dengan demikian, nilai tambah itu bisa didapat di sini. Jadi, lebih mendorong perekonomian di Jatim,'' ujarnya kemarin (19/11).

Memang, merealisasikannya tidak mudah. Perlu komitmen dari daerah konsumen. Langkah awal, rumah pemotongan hewan (RPH) di daerah tersebut ditutup sehingga tidak lagi menerima kiriman sapi. Kemudian, dari sisi daerah produsen, harus ada sarana dan prasarana yang memadai. 

BACA JUGA: Resmi Ganti Nama menjadi Indosat Ooredoo

Misalnya, cold storage di tempat pemotongan dan angkutan dengan fasilitas pendingin untuk mendukung pendistribusian hingga daerah konsumen.

''Sebenarnya sudah ada RPH swasta yang mengirimkan daging ke berbagai wilayah. Tapi, belum semuanya demikian. RPH pemerintah bertujuan melayani kebutuhan masyarakat. Makanya, agar bisa segera terealisasi, perlu ada kerja sama business-to-business,'' papar Maskur.

BACA JUGA: Walah... Pimpinan MKD Diminta tak Banyak Bicarakan Freeport

Sementara itu, berdasar data terakhir yang dimiliki, 7.560 ekor sapi dikirim ke berbagai daerah, terbanyak ke Kalimantan Selatan. 

Banyak yang mengirimkan sapi ke luar Jatim hanya dengan menggunakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang dikeluarkan dinas setempat. Padahal, menurut aturan, selain SKKH, harus ada surat izin pengeluaran dari P2T. 

''Makanya, sekarang kami mengaktifkan kembali informasi penerbitan SKKH di daerah. Dengan begitu, data jumlah sapi yang keluar bisa lebih akurat,'' tutur Kasi Bidang Agrobisnis Dinas Peternakan Jatim Tri Yatmini. (res/c14/oki) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menko Rizal: Lebih Penting Dirjen ESDM Ketimbang Sudirman Said, Ada Apa Nih?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler