Dorong Perombakan Kabinet Sekarang Sama Saja Menjerumuskan Jokowi

Sabtu, 09 Mei 2015 – 13:36 WIB
Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun saat menjadi pembicara pada diskusi Menanti Sabda Reshuffle di Jakarta, Sabtu (9/5). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Politikus Partai Golkar, Muhammad Misbakhun mengkritisi kelompok-kelompok pendukung Presiden Joko Widodo. Pasalnya, mereka terkesan bernafsu mendesak presiden yang akrab disapa Jokowi itu untuk merombak kabinet kerja yang dibentuknya enam bulan lalu.

Menurutnya, sikap para pendukung Jokowi tersebut sangat tidak etis.

BACA JUGA: Sambangi Teuku Umar, Ibas Undang Mega ke Kongres Demokrat

"Ini kenapa presiden kok didorong untuk melakukan reshuffle kabinet? Adalah tidak elok jika kita mendorong reshuffle, tapi presiden belum ingin melakukan perombakan," kata Misbakhun dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (9/5).

Menurutnya, evaluasi terhadap Kabinet Kerja adalah hal yang wajar dan justru wajib dilakukan oleh presiden. Namun, bukan berarti hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan perombakan kabinet.

BACA JUGA: Anak Buah Ical Anggap Wajar Tommy Soeharto Serang Paloh

Lebih lanjut mantan kader PKS ini mengatakan, melakukan reshufle kabinet sekarang justru akan berdampak negatif kepada Jokowi. Menurutnya, publik akan berpandangan bahwa presiden telah melakukan kesalahan dalam memilih menteri.

"Kalau sampai kemudian presiden didorong dan melakukan reshuffle, maka akan timbul prespektif baru, yaitu presiden salah melakukan pembentukan kabinet kerja. Presiden tentu tidak ingin disebut gagal dan salah memilih orang," jelasnya.

BACA JUGA: Paloh Dituding Tommy Campuri Golkar, Nasdem: Jauh Panggang dari Api

Dia juga mengingatkan bahwa polemik terkait kursi pembantu presiden bukan baru kali ini saja terjadi. Sebelumnya, Jokowi juga butuh energi ekstra untuk menentukan pengganti Kapolri. Padahal, penunjukan Kapolri ataupun menteri merupakan hak prerogatif presiden.

"Artinya ada konstelasi di balik pemerintahan ini dan konsolidasinya kita temukan bermasalah. Tentunya ini akan menjadi problem bagi kinerja pemerintahan. Jangan sampai ini jadi bumerang politik bagi presiden sendiri," pungkas anggota Komisi XI DPR itu. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nasdem Menduga Tommy Soeharto Serang Paloh Karena Berita di Metro TV


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler