Dorong Pertanian Organik Desa Tembus Pasar Dunia, Astra Gandeng Kemenkop UKM

Minggu, 14 November 2021 – 14:27 WIB
Menkop Teten bersama Chief Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah seusai meninjau pertanian beras organik Al Barokah, sekaligus meresmikan bantuan pengembangan digital smart farming bagi para petani. Foto dok Astra

jpnn.com, SEMARANG - Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke Desa Sejahtera Astra (DSA) – Koperasi Serba Usaha (KSU) Gardu Tani Al Barokah, di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

Menkop bersama Chief Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah meninjau pertanian beras organik Al Barokah, sekaligus meresmikan bantuan pengembangan digital smart farming bagi para petani.

BACA JUGA: Tak Tega Lihat Kondisi Jessica Iskandar, Vincent Venhaaq Sempat Sarankan Balikan Sama Richard Kyle

Desa Al Barokah merupakan produsen tanaman padi yang dibudidayakan secara alami, bebas dari pestisida beracun dan pupuk kimia sintetis.

Produk dari Paguyuban Petani Al Barokah ini dibina secara langsung oleh PT. Astra International Tbk, lewat program DSA sejak 2019.

BACA JUGA: Astra Financial Tebar Promo Menarik di GIIAS 2021, Angsuran Mobil Mulai Rp 2 Jutaan 

"Desa ini potensinya sangat luar biasa. Di sini ada produk-produk usaha dari para petani dan peternak terutama untuk pertanian organik ada di sini," kata Riza.

Di momen yang sama, Astra memberikan bantuan sebesar Rp 200 juta dan alat digital farming senilai Rp 100 juta untuk membantu pengembangan produk dan juga mendorong peningkatan kualitas produk dari DSA Al Barokah.

BACA JUGA: Hindari 7 Makanan Ini, Bye-bye Perut Buncit

Dengan bantuan teknologi digital smart farming dari Astra, para petani bisa melakukan pemantauan secara langsung melalui aplikasi berbasis android terkait kondisi fisika, kimia dan biologi lahan pertanian.

Komponen teknologi ini, antara lain sensor-sensor kelembapan, PH tanah, kualitas air, kecepatan angin, kamera hama dan perkembangan tanaman serta bersumber energi dari matahari atau solat panel.

Seluruh proses pembuatan dan pengaplikasiannya juga dilakukan oleh putra putri petani atau pemuda tani.

"Astra berharap dengan beberapa bantuan ini dan bekerjasama dengan LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), harapannya ke depan pertanian di Desa Al Barokah ini akan lebih maju," Riza Deliansyah.

Astra, kata Riza, juga akan berkomunikasi dengan dunia internasional untuk memasarkan produk dari organik dari desa binaannya. Salah satunya target pasar negara Timur Tengah.

"Kami juga sudah hubungkan dengan beberapa pembeli mancanegara dari Timur Tengah dan lain sebagainya, sehingga produk yang ada di Susukan ini bernilai tambah yang lebih. Jadi tidak seperti harga sebelumnya, tapi kami bisa memberikan harga yang lebih untuk para petani sehingga lebih sejahtera," tutur Riza.

Menkop Teten sangat antusias dan mengapresiasi adanya pemanfaatan teknologi digital yang termasuk pioneer di Indonesia.

Teten berharap agar KSU Gardu Tani Al Barokah dapat meningkatkan kapasitas usaha koperasi menjadi korporasi pertanian organik.

"Kenapa kita perlu membangun korporatisasi petani? Kalau kita terus biarkan petani-petani perorangan di dalam skala yang sempit, kesejahteraan peran petani sulit dan negara juga sulit untuk mendapatkan suplai pangan yang stabil baik kualitas maupun kuantitas," kata Menkop Teten.

Melalui sinergi bersama dengan Astra, KSU Gardu Tani Al Barokah akan menindaklanjuti masukan ini dan terus meningkatkan dampak positif program Desa Sejahtera Astra.

Saat ini, DSA Al Barokah telah membina enam Desa Binaan di dua Kecamatan dengan 1.082 petani dan memiliki 181 hektar lahan pertanian tersertifikasi organik.(chi/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler