Dosa Besar Eks PM Morrison Rusak Kredibilitas Pemerintah Australia

Kamis, 01 Desember 2022 – 16:38 WIB
Perdana Menteri ke-30 Australia Scott Morrison. Foto: Reuters

jpnn.com, CANBERRA - Parlemen Australia pada Rabu (30/11) mengecam mantan Perdana Menteri Scott Morrison setelah penyelidikan menilai perannya secara diam-diam di berbagai kementerian selama pandemi telah "merusak kepercayaan publik pada pemerintah".

Meskipun bersifat simbolis, langkah parlemen Australia tersebut menandai kali pertama seorang mantan perdana menteri dikecam oleh parlemen. Mosi itu disahkan dengan 86 suara berbanding 50 di majelis rendah Australia.

BACA JUGA: Bule Asal Inggris Berbuat Nekat Terhadap WNA Australia

Morrison diam-diam telah mengatur agar dirinya memiliki kuasa di lima kementerian selama pandemi. Dia menjadi gabungan menteri kesehatan, keuangan, perbendaharaan, urusan dalam negeri, dan sumber daya.

Dia kehilangan kekuasaannya dalam pemilihan umum pada Mei 2022.

BACA JUGA: PM Anthony Albanese Penuhi Janji Pemilu, Australia Akhirnya Membentuk Komisi Anti-Korupsi

Sebuah investigasi atas peran rahasia tersebut menemukan bahwa tindakan Morrison sah, tetapi dia "secara fundamental merusak" kepercayaan pada pemerintah yang bertanggung jawab.

PM Anthony Albanese pada Rabu mengatakan bahwa tindakan Morrison itu merupakan penyalahgunaan kekuasaan dan merusak demokrasi Australia.

BACA JUGA: PBB Sebut Great Barrier dalam Bahaya, Australia Tidak Terima

"Faktanya adalah demokrasi kita sangat berharga. Tidak ada ruang untuk kepuasan diri sendiri," kata Albanese selama debat menjelang mosi kecaman di parlemen.

Namun, dalam pidatonya di parlemen pada Rabu pagi menjelang pemungutan suara, Morrison tetap membela tindakannya dan menyebut kecaman parlemen itu sebagai "intimidasi politik" dan "pembalasan".

Mantan PM itu tercatat hanya sekali menggunakan kewenangan ekstra, yakni ketika memblokir proyek eksplorasi gas lepas pantai menjelang pemilu pada Mei 2022. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler