Dosen dan Guru Besar Jangan Hanya Sibuk Urus Tunjangan

Senin, 13 Agustus 2018 – 15:47 WIB
Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti. Foto: Mesya Mohamad/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Dosen dan guru besar kembali diimbau ikut memikirkan bagaimana perguruan tinggi bisa masuk rangking kelas dunia. Salah satu caranya dengan rajin membuat jurnal yang terpublikasi internasional.

"Dulu awal saya menjadi menteri sedih melihat posisi perguruan tinggi kita yang masuk rangking dunia hanya tiga universitas padahal ada 4.579 PT tersebar di Indonesia," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat membuka Simposium Cendekia Kelas Dunia di Jakarta, Senin (13/8).

BACA JUGA: Publikasi Internasional Indonesia Lampaui Singapura

Sementara jumlah publikasi internasional hanya 5.400 judul dari 267 ribuan dosen. Dari jumlah dosen itu, guru besar ada 5.400 tapi publikasinya kurang dari 1299 judul.

Lektor kepala 32 ribuan sehingga total guru besar/profesor ada 37 ribu. Dari sini menurut Nasir, ketahuan tunjangan dosen tidak signifikan dengan jumlah publikasi.

BACA JUGA: Publikasi Indonesia Sudah Kalahkan Thailand dan Singapura

"Dosen dan guru besar jangan hanya sibuk urus tunjangan tapi tidak memikirkan kualitas PT. Negara lain perkembangannya signifikan, Indonesia masih jalan di tempat," ucapnya.

Mindset dosen dan guru besar, lanjut Nasir harus diubah. Dosen tak sekadar mengajar dan memberikan tugas kepada mahasiswa tapi harus membuat riset serta publikasi internasional. Dengan makin banyaknya publikasi internasional, akan memudahkan jalan menuju world class university.

BACA JUGA: Kurangi Beras, Saatnya Beralih ke Sagu

"Akhir 2018, saya targetkan 30 ribu judul publikasi internasional makanya ada program diaspora ini agar dosen dalam negeri bisa kolaborasi dengan para diaspora," ucapnya.

Dia berharap dengan kehadiran para diaspora bisa saling share pengalaman. Para dosen dalam negeri diminta memanfaatkan kehadiran para diaspora untuk menambah pengalaman.

BACA JUGA: Publikasi Internasional Indonesia Lampaui Singapura

Pada kesempatan sama, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mengungkapkan, tahun ini ada 47 diaspora yang kembali ke Indonesia.

Mereka akan disebar di 55 perguruan tinggi. Dengan sharing pengalaman ini diharapkan ada peningkatan kualitas perguruan tinggi Indonesia khususnya 55 PT. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Nasir Jamin Tak Ada Lagi Diskriminasi PTN dan PTS


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler