DPD RI Dorong Indonesia - Slovakia Perkuat Kerja Sama Bidang Pendidikan

Jumat, 08 Maret 2019 – 22:04 WIB
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen DPD RI Emma Yohanna menerima audiensi Dubes dari Slovakia Jaroslav Chlebo Pada di ruang VIP Gedung B DPD RI, Jakarta, Jumat (8/3). Foto: Humas DPD RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen DPD RI Emma Yohanna menerima audiensi Duta Besar dari Slovakia JUDr. Jaroslav Chlebo. Pada pertemuan ini Emma Yohanna menyampaikan bahwa BKSP berniat untuk berkunjung ke Slovakia.

“Kami berharap saat kembali ke Tanah Air dapat membawa pulang hal yang dapat dipelajari dari Slovakia seperti pendidikan, ekonomi juga parlemen,” kata Emma di ruang VIP Gedung B DPD RI lantai 2, Jumat (8/3).

BACA JUGA: Pendidikan Jadi Prioritas Utama Jokowi Jika Terpilih Lagi  

BACA JUGA: Informasi Penting bagi Peminat Beasiswa Kuliah Doktor

Emma juga menjelaskan Slovakia sebagai negara anggota Uni Eropa, dengan jumlah penduduk relatif sedikit yaitu sekitar 5,5 juta jiwa. Namun Slovakia adalah negara besar dan terkenal.

BACA JUGA: Jika DPRD Ngotot, Bakal Ada Gelombang Besar Penolakan

“Indonesia ingin tahu lebih jauh juga karena pariwisata Slovakia terintegrasi dengan masyarakatnya tanpa meninggalkan tradisi,” tambah dia.

Wakil Ketua BKSP itu juga menyampaikan bahwa tujuan kunjungan lainnya adalah ingin bertemu dengan KADIN Slovakia dan Kementerian Pendidikan dan berharap ada pemberian beasiswa serta kegiatan pertukaran mahasiswa.

BACA JUGA: Bamsoet: Puteri Indonesia Jangan Hanya Andalkan Kecantikan Fisik

“BKSP berharap semoga kunjungan ini ada manfaatnya bagi kedua belah pihak dan ada sesuatu yang didapat bagi Indonesia,” terang emma.

Jaroslav Chlebo memaparkan bahwa keinginan penguatan hubungan kerja sama pendidikan sangat didukung dan sebenarnya telah dilakukan antara Indonesia dan Slovakia. Bahkan belum lama ini ada pemberian beasiswa dan kunjungan mahasiswa dari salah satu universitas di Bratislava dan telah menyetujui program pertukaran mahasiswa.

“Jadi ini bukan lagi masih masuk dalam ranah pemerintah tapi telah masuk langsung ke institusi kampus (universitas),” ungkap dia.

Di samping itu juga Duta Besar Slovakia menyampaikan bahwa kerja sama parlemen adalah hal yang penting di Slovakia yang saling bekerja sama dengan para deputi dari berbagai negara. Slovakia faktanya masih muda dalam berdemokrasi dan tidak sempurna dalam menjalankannya dan masih terus belajar dan tidak semulus yang dibayangkan.

Jasolav berharap saat kunjungan ke Slovakia nanti bisa membawa manfaat bagi BKSP. “Semoga saat kembali ke Indonesia, BKSP dapat memberikan feedback yang riil,” ucap dia.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bamsoet Ajak Anggota Terus Berikhtiar Jaga Reputasi Dewan


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler