DPP Organda Pastikan Kontrak Ekspor Impor Aman Jelang Nataru

Jumat, 21 Desember 2018 – 11:14 WIB
Organda bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kemeja putih tengah) saat menggelar rapat bersama. Foto dok humas

jpnn.com, JAKARTA - DPP Organda berhasil memasukkan truk angkutan barang untuk komoditas eksport / import memperoleh dispensasi atau pengecualian dalam pembatasan kendaraan menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru).

Ketua Angkutan Barang DPP Organda Ivan Kamadjaja mengatakan, barang eksport atau import dari dan ke pelabuhan eksport atau import masuk dalam kategori pengecualian seperti sembako dan BBM.

BACA JUGA: Ketua DPD: Pemerintah Harus Fokus Menjaga Kemanan Nasional

Usulan yang masuk dalam PM 115 tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas melalui pembatasan operasional angkutan barang pada masa Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Kebijakan (dispensasi untuk truk angkutan barang ekspor-impor) itu perlu dilakukan untuk menunjang kegiatan pemerintah menggenjot pertumbuhan eksport dan menambah pemasukan devisa negara.

BACA JUGA: Jakarta – Cikampek Macet, Cirebon - Surabaya Diprediksi Sepi

Sehingga kegiatan pengangkutan barang eksport dan import tidak terganggu dalam masa pembatasan kendaraan menjelang masa Nataru nanti.

“Pihak perusahaan harus melengkapi dengan surat muatan (meliputi jenis barang, tujuan pengiriman, nama dan alamat pemilik barang) dan stiker berlogo Kemenhub, Korlantas dan Organda “Angkutan Nataru 2018 Eksport Import ” tersebut ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri mobil pengangkut,” papar Ivan.

BACA JUGA: Nataru, 16 Bandara Angkasa Pura II Maksimalkan Pelayanan

Langkah Organda tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari sektor industri dan asosiasi lainnya. Dengan begitu, pihak Korlantas dan Kemenhub akan mengetahui dan truk diperbolehkan tetap melintas

"DPP Organda memastikan kontrak internasional eksport dan import tidak terganggu, dampaknya baik untuk bangsa dan negara Indonesia," sebutnya.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tol Jakarta – Surabaya, Sampai Semarang 6 Jam


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler