DPR Dukung Penuh Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 29 Juni 2022 – 22:35 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI mendukung penuh upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan akan mendukung penuh upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin komplek akibat berbagai hal.

BACA JUGA: Terima Bantuan Vaksin, Wagub Jambi Apresiasi Kementan dalam Penanganan PMK

Salah satunya perang senjata antara Rusia dan Ukraina

"Kita mendorong pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) untuk memastikan kebutuhan bahan pangan pokok kita tersedia," ujar Andre dalam dialog MetroTV, Selasa (28/6).

BACA JUGA: Kementan Dorong Digitalisasi dan Pembiayaan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Andre mengatakan Kementan terus melakukan peningkatan produksi.

Namun, dia tidak setuju apabila pangan dalam negeri aman, tetapi masih melakukan impor.

Untuk itu, kata Andre, kerja-kerja kementan harus mendapat dukungan dari kementerian dan lembaga lain.

BACA JUGA: Cegah Wabah PMK, Kementan Lakukan Vaksinasi Ternak di Riau

Dia berharap Menteri Syahrul Yasin Limpo depan tidak ada ego kemeterian lagi.

"Kita bertarung dan berjuang bersama-sama untuk memastikan Indonesia selamat dari krisis pangan. DPR sebagai lembaga legislatif tentu akan memberikan dukungan politik pemerintah untuk menyelamtkan rakyatnya," katanya.

Andre menggambarkan bahwa kondisi dunia saat ini sedang kalit.

Menurut dia, harga bahan pokok naik diatas 50 persen.

Penyebab kondisi itu tak lain adalah perang senjata, perubahan cuaca, dan pandemi covid.

"Sekarang kita sudah melihat data, harga pangan dunia sudah naik. Bahkan, kalau kita baca data PBB itu, rakyat di dunia yang terdampak krisis pangan itu dari 135 juta sudah 276 juta," katanya.

Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri mengatakan Indonesia akan mengalami dampak besar terhadap kurangnya pasokan gandum dan komoditas lain dari Rusia-Ukraina.

Dia bahkan mengataka sampai dengan waktu yang cukup lama.

Namun, Yose mendukung upaya pemerintah dalam menjadikan komoditas lokal sebagai penggantinya.

"Saya pikir memang seperti itu. Apalagi kalau kita lihat perang ini kemungkinan akan berlangsung lama karena keduanya memang punya pandangan berbeda," ungkapnya.

Menurut Yose, saat ini sekitar 25 persen gandum yang tersedia di dalam negeri masih berasal dari dua negara tersebut, Rusia-Ukraina.

Bahkan secara harga, Indonesia merupakan pemasok dua komoditas itu, karena harganya lebih murah ketimbang gandum dari Australia.

"Jadi permasalahannya bukan hanya harga, akan tetapi ketersediaanya. Kalau kita bicara tentang kenaikkan harga, masih ada puluhan cara meredam dampak kenaikkan harga," ujarnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gubernur Riau Dukung Upaya Kementan Menanggulangi Wabah PMK Lewat Vaksinasi


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler