"Ini persoalan pemerintah selalu saja terlambat," kata Priyo Budi Santoso kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/2).
Meski begitu, Priyo mengapresiasi kesadaran terakhir presiden yang menugaskan menteri-menteri terkait, termasuk pejabat di tingkat provinsi untuk mengatasi permasalahan upah minimum buruh. "Tapi jangan terlambat begini," ujar politisi Partai Golkar, itu.
Dalam konteks rencana demonstrasi, Priyo mengingatkan agar para buruh tidak melakukan tindakan yang bisa dinilai anarkis serta merusak kepentingan umum. "Itu justru memberikan penilaian negatif dari luhurnya aspirasi teman-teman buruh," ujarnya.
Ketua DPP Partai Golkar ini juga menilai Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kadangkala terlalu banyak keluhan. Padahal, lanjut dia, dalam suasana perekonomian semacam ini niatkan saja peningkatan upah itu semacam tambahan zakat. "Angka yang diperdebatkan hanya ratusan ribu, anggap saja itu (Apindo) sisihkan rezeki untuk menzakatkan sebagian hartanya untuk kesejahteraan para buruh," katanya.
Priyo menilai, tuntutan buruh masih sangat rasional, karena itu dia berharap permasalahan itu ada titik temunya. "Kalau berbeda ratusan ribu ikutkan saja (kemauan buruh)," jelasnya. (boy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Program Rumah Murah Didukung DPR
Redaktur : Tim Redaksi