DPRD Jateng Soroti Syarat Pemilih Harus Punya E-KTP

Kamis, 24 November 2016 – 05:53 WIB
Kotak Suara untuk pilkada 2017. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - BATANG - Komisi A DPRD Jawa Tengah menyoroti beberapa permasalahan terkait gelaran Pilkada Batang 2017. Mereka mendatangi Kantor KPU Batang, Rabu (23/11).

Salah satu yang disorot adalah terkait kepemilikan KTP elektronik (E-KTP) yang menjadi salah satu syarat bagi warga untuk menggunakan hak pilihnya.

BACA JUGA: PKS Siap Kerahkan 1.200 Kader

Menurut salah satu anggota komisi A DPRD, Bambang Joyo Supeno Permasalahan ini cukup serius. Mengingat Pilkada Batang 2017 ini sangat unik, karena memiliki empat calon. Dimana satu suara pun bisa sangat mempengaruhi hasil akhir dari pilkada.

Selain itu, Sekretaris Fraksi PAN DPRD Jawa Tengah juga khawatir tentang Surat Keterangan pengganti E-KTP yang berpotensi untuk dimanipulasi.  

BACA JUGA: Program Bagi-Bagi Duit Mas Agus Dinilai Tidak Efektif

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Batang, Adi Pranoto didampingi anggota Divisi Pendaftaran Dan Pemutakhiran Data Pemilih, Nur Tofan SHI menyatakan masih ada sekitar 19.398 dari 603.365 pemilih yang belum memiliki KTP-el.

Pihak KPU Batang sendiri sudah melakukan berbagai langkah dan kerja sama dengan Disdukcapil Batang, agar permasalahan ini bisa terselesaikan.

BACA JUGA: Ahok: Mereka Udah Tahu Kerja Kami

"Kami sudah berkoordinasi dan memberikan data tersebut kepada Disdukcapil Batang secara terperinci, baik dari nama maupun kondisinya, kenapa hingga sekarang belum melakukan perekaman. Sehingga Disdukcapil bisa melakukan jemput bola sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena ada masyarakat yang sudah jompo ataupun cacat sehingga tidak bisa melakukan perekaman ke kecamatan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera merekam KTP-el. Bahkan ada desa yang memfasilitasi warganya melakukan perekaman dengan diantar menggunakan mobil."

KPU Batang berharap angka partisipasi pemilih dapat menembus angka 77,5 persen. Pasalnya tahun lalu tingkat partisipasi pemilih di Batang mencapai 75 persen.

Pihaknya pun telah melakukan serangkaian inovasi sosialisasi Pilkada untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

"Dalam pemilihan sebelumnya, tingkat partisipasi kami sekitar 75 persen. Hal ini terhitung bagus, artinya masih ada di rata-rata tingkat partisipasi di daerah lain. Tahun ini kami sudah melakukan serangkaian sosialisasi. Bahkan kami sudah menggandeng pecinta musik underground untuk meningkatkan partisipasi pemilih," terang Anggota Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Dan Kampanye KPU Batang, Umar A Jabar SAg.

Sekretaris Komisi A DPRD Prov Jateng, Ali Mansur Hadi MSi menyatakan kunjungan ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk mengaspirasikan permasalahan yang terjadi di lapangan terkait penyelenggaraan Pilkada 2017.

Pihaknya berharap dengan kunjungan ini ke depan muncul solusi untuk meningkatkan kualitas Pilkada serentak 2017.

"Batang ini yang terakhir kami kunjungi dari tujuh daerah di Jawa Tengah yang akan menggelar Pilkada serentak tahun 2017. Kami akan berusaha untuk mengaspirasikan permasalahan yang terjadi di sini. Semoga dengan itu ada solusi sehingga kualitas pilkada di Batang ini lebih baik. Kami juga akan memanggil pihak Dukcapil Jateng, karena permasalahan KTP-el ini hampir menjadi masalah di tujuh daerah yang menggelar Pilkada Serentak," harapnya. (ap5/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Agus-Sylvi Paparkan Program Unggulan, Warga Sambut Antusias


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler