DPS Pemilu Jatim Telah Capai 30,6 Juta

Jumat, 22 Juni 2018 – 21:56 WIB
Pemilu. ILUSTRASI. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Jumlah pemilih untuk perhelatan Pemilu 2019 wilayah Jatim mengalami kenaikan dibanding coblosan pilgub dan pilkada serentak 2018 yang berlangsung pekan depan.

Dari hasil rekapitulasi daftar pemilih sementara (DPS) yang telah ditetapkan KPU Jatim, jumlah pemilih pada pemilu tahun depan bertambah hingga 487.831 orang.

BACA JUGA: Logistik Pilgub Jatim Mulai Didistribusikan ke Kepulauan

Meski demikian, jumlah DPS itu masih dinamis. Sebab, didapati beberapa temuan yang berpotensi membuat jumlah pemilih pada pemilu mendatang bisa berubah signifikan.

Berdasar keputusan KPU Jatim, jumlah DPS untuk Pemilu 2019 wilayah Jatim mencapai 30.643.550 orang.

BACA JUGA: Hanya 23 Tahanan Yang Bisa Nyoblos di Pilgub Jatim

Jumlah tersebut bertambah sekitar 1,59 persen jika dibandingkan dengan daftar pemilih tetap (DPT) pilgub/pilkada serentak 2018 sebanyak 30.155.179 orang.

Komisioner KPU Jatim Khoirul Anam menyatakan, penetapan DPS pemilu mendatang didasarkan pada DPT pilgub/pilkada serentak 2018 plus pemilih pemula yang sudah ditetapkan dalam DP4 (daftar penduduk pemilih potensial pemilu).

BACA JUGA: Gelombang Laut Tinggi, Logistik KPU Jatim Tertunda

''Itu sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh pusat,'' terangnya kemarin.

Anam menjelaskan, dengan metode tersebut, jumlah pemilih pada pemilu mendatang lebih banyak daripada daftar pemilih untuk pilkada serentak periode ini.

Meski demikian, jumlah pemilih pemilu Jatim masih terus bergerak. Nanti, DPS itu dimutakhirkan seluruh KPU kabupaten/kota se-Jatim.

''Dari proses tersebut, akan ditetapkan menjadi DPT,'' tuturnya.

Berdasar DPS pemilu 2019 yang telah ditetapkan, komposisi jumlah pemilih tak jauh berbeda dengan pilgub/pilkada serentak.

Sebab, Surabaya masih jadi yang tertinggi dengan 2,041 juta pemilih. Disusul Kabupaten Malang (1,997 juta pemilih) serta Kabupaten Jember (1,38 juta pemilih).

Selanjutnya, pemilih paling sedikit ada di Kota Mojokerto (97.847 pemilih) dan Kota Blitar (112.230 pemilih).

Hal tak jauh beda diungkapkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim. DPS untuk pemilu 2019 masih sangat potensial diubah.

Selain karena data pemilih yang terus bergerak dinamis, ada sejumlah faktor yang membuat DPS pemilu Jatim perlu dibenahi.

Komisioner Bawaslu Jatim Aang Kunaifi menyebutkan, ada sejumlah temuan di lapangan. Salah satunya adalah masih adanya pemilih potensial yang belum terdaftar di DPS.

''Selain itu, masih ada perbedaan tafsir seputar penetapan DPS oleh tiap kabupaten/kota,'' jelasnya kemarin.

Karena itulah, Bawaslu segera membuat rekomendasi terkait dengan pembenahan DPS Pemilu. ''Sehingga output berupa DPT mendatang bisa benar-benar maksimal,'' ujar Aang. (ris/c22/diq/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemilih Muda Bertambah 35 Ribu di Surabaya


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler