Dr. Salim: Setop Genosida Israel di Gaza Palestina

Selasa, 21 November 2023 – 23:10 WIB
Ketua Persatuan Ulama Internasional Dr. Salim Segaf Al-Jufri (kanan) bersama Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini. Foto: Fraksi PKS DPR RI.

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Persatuan Ulama Internasional Dr. Salim Segaf Al-Jufri mengecam agresi Zionis Israel ke Palestina.

Menurut dia, agresi Israel ke Palestina itu sudah merupakan upaya genosida di luar batas kemanusiaan.

BACA JUGA: Pakar Komunikasi Sebut Ada yang Mainkan Isu Konflik Israel-Palestina untuk Agenda Bisnis

Oleh karena itu, Dr. Salim menyatakan Israel harus mendapat sanksi tegas, dan pemimpinnya layak diseret ke Mahkamah Pidana Internasional sebagai penjahat perang.

Dr. Salim menyampaikan itu saat membuka Seminar Internasional "Stop Israeli Genocide in Gaza!" yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR RI berkolaborasi dengan Justice and Democracy Forum Istanbul (JDF) dan The Strategia Institute, Selasa (21/11).

BACA JUGA: Dengarkan Kata Retno Marsudi soal Serangan Israel ke Rumah Sakit Indonesia, 3 WNI Hilang Kontak

Acara dihantarkan oleh Ketua Fraksi PKS DPR RI Dr. Jazuli Juwaini, dengan narasumber, yakni Ketua Kaukus Parlemen Malaysia Untuk Palestina Syed Ibrahim Syed Noh, Ketua Forum Demokrasi dan Keadilan Istanbul Dr. Azzam Ayoubi, dan Ketua Kaukus Palestina DPR RI Dr. Syahrul Aidi Maazat.

Mengawali pidato, Dr. Salim menyampaikan kepedihan warga dunia melihat besarnya korban sipil di Gaza Palestina.

BACA JUGA: Israel Menyerang Rumah Sakit Indonesia, Warga yang Lari Ditembak, Kuburan Massal

Lebih dari 12.000 korban meninggal meninggal dunia yang 75 persen anak-anak, perempuan, hingga orang tua, terhitung sejak 7 Oktober 2023. 

Selain itu, kata dia, 32 ribu warga sipil terluka dan membutuhkan perawatan.

Namun, rumah sakit yang ada telah habis diluluhlantakkan oleh Zionis Israel sehingga berhenti beroperasi.

"Sebanyak 1,6 juta penduduk Gaza harus mengungsi karena rumah mereka hancur dihantam bom-bom Israel," kata Dr. Salim dalam siaran pers, Selasa (21/11).

Menurut dia, tentara pendudukan Israel telah menjatuhkan lebih dari 32.000 ton bahan peledak di Gaza antara 7 Oktober hingga 10 November.

Dia mengatakan ini setara dengan dua kali kekuatan bom atom, yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, dalam Perang Dunia II.

Dr. Salim mengajak para peserta seminar mengheningkan cipta dan memanjatkan doa agar tragedi kemanusiaan dapat segera dihentikan dan rakyat Palestina memperoleh kemerdekaannya. 

Menteri Sosial RI 2009-2014 ini juga mengajak semua pihak untuk dengan jelas dan tegas melihat permasalahan di Palestina.

Pertama, bangsa Palestina merupakan pejuang kemerdekaan yang membela diri dan terus mewujudkan kemerdekaannya.

Kedua, sebaliknya Israel ialah bangsa penjajah yang menduduki tanah Palestina secara tidak sah sejak 1948.

Dia mengingatkan bahwa satu-satunya bangsa yang belum merdeka di era modern ini hanya Palestina.

"Kita semua, khususnya bangsa Indonesia, punya utang sejarah kemerdekaan Palestina. Bung Karno pernah berjanji bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel,” jelas Dr. Salim.

Menurut dia, serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 tidak serta merta menjadi alasan atas apa yang terjadi di Gaza hari ini.

Dr. Salim menjelaskan bahwa ini adalah perihal okupasi, aneksasi, agresi, penjajahan, dan penindasan yang dilakukan Israel sejak 75 tahun silam saat bangsa itu mendirikan negara di wilayah Palestina.

"Oleh karena itu, sampai kapan pun kita akan terus mengatakan we stand with Palestine! Kita bersama Palestina sampai bangsa Palestina mencapai kemerdekaannya," seru Dr. Salim.

Dia menjelaskan bahwa konflik ini bukanlah antara dua negara yang memperebutkan wilayah, melainkan sudah menjadi sebuah upaya pemusnahan etnis dan genosida rakyat Palestina oleh Israel.

“Maka, kita lihat permasalahan ini bukan masalah domestik rakyat Palestina semata, bukan pula masalah kawasan Timur Tengah. Akan tetapi, kami melihat apa yang terjadi di Palestina merupakan masalah kemanusiaan dunia, bahkan melampaui masalah keyakinan, agama, dan kepentingan apa pun.” ucap Dr. Salim

Menurutnya, Indonesia menginginkan rakyat Palestina mendapatkan kemerdekaan, sebagaimana hak paling dasar yang dijamin oleh Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

"Inilah jantung dan episentrum kemanusiaan dunia yang membutuhkan intervensi dari negara-negara yang beradab. Maka, kita semua harus bersuara setop genosida, setop agresi, setop pendudukan, setop penjajahan!" kata ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera itu.

“Sudah saatnya kita hentikan arogansi Israel dan menyeret para pemimpinnya ke Mahkamah Pidana Internasional sebagai penjahat perang," pungkas Dr. Salim. (boy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler