Dua Bandara Baru Bakal Diresmikan Dalam Waktu Dekat

Rabu, 24 Oktober 2018 – 11:10 WIB
Beberapa pesawat sedang terparkir. Foto Ilustrasi/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Ditjen Perhubungan Udara ditargetkan membangun 15 bandara baru sampai akhir 2019. Sampai saat ini telah selesai dibangun dan dioperasikan 10 bandara baru dari 15 bandara tersebut.

Adapun ke-10 bandara baru tersebut yakni Anambas, Namniwel, Miangas, Morowali, Werur, Maratua, Koroway Batu, Kertajati, Samarinda Baru, dan Tebelian.

“Kami telah selesai membangun 10 bandara baru dan sudah dioperasikan, secara bergiliran nanti akan diresmikan oleh bapak presiden. Dalam waktu dekat ini Bandara Samarinda Baru dan Maratua di Kalimantan Timur akan diresmikan," ujar Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, M Pramintohadi Sukarno.

Kedua bandara yang akan diresmikan kata Pramintohadi, secara operasional sudah beroperasi dengan baik.

BACA JUGA: Pascagempa, Jumlah Penumpang di Bandara Palu Meningkat Pesat

"Bandara Maratua yang berada di pulau terdepan Indonesia telah menjadi penanda kehadiran negara Indonesia di wilayah tersebut, dan nantinya bandara ini akan terus dikembangkan sesuai dengan pertumbuhan dan kebutuhan masyarakat sekitar," jelasnya.

Pembangunan Bandara Maratua, awalnya diprakarsai oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Berau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2008, selanjutnya pembangunan ini diteruskan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, sehingga selesai pada 2017.

BACA JUGA: AP I Banyak Berperan Dalam Airport Council Internasional

Bandara Maratua telah beroperasi dengan baik dan fasilitas yang tersedia juga sudah lengkap.

“Saat ini bandara telah memiliki landas pacu berukuran 1.600m x 30m, taxiway dengan ukuran 75m x 15m dan apron 70m x 100m sehingga pesawat jenis ATR 72 dapat dilayani dengan baik di bandara ini. Untuk fasilitas sisi darat sudah tersedia gedung terminal seluas 750m2, gedung PK-PPK seluas 108m2, gedung genset seluas 96m2, kantor seluas 50m2 dan gedung operasi 6 lantai dengan ukuran 5m x 4m, 2 unit x-ray, dan jalan akses ke bandara sepanjang 60 x 8m pun tersedia," papar Pramintohadi.

Maskapai yang telah beroperasi di bandara ini adalah Garuda Indonesia jenis ATR 72 yang beroperasi setiap hari Sabtu dengan rute penerbangan Balikpapan-Maratua pp.

Sedangkan pesawat Susi Air jenis Grand Caravan beroperasi setiap hari Rabu dengan rute Tarakan-Maratua, Maratua-Berau pp. Tercatat pada 2017 Bandara Maratua telah melayani penumpang datang dan berangkat 693 dan 692 orang. Sedangkan pada 2018 terjadi kenaikan penumpang datang dan berangkat 1.220 dan 1.303 orang.

Sedangkan Bandara APT Pranoto adalah bandara pengganti Bandara Temindung yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi.

BACA JUGA: AP I Visit ke Airport Council International di Hong Kong

"Runway sangat terbatas hanya berukuran 1.040m x 23m, berada di lokasi padat pemukiman sehingga keselamatan dan keamanan penerbangan sangat rawan," tandasnya.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waspadai Area Sumber Penyakit di Bandara


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler