Dua Pemuda Tewas Usai Pesta Miras

Selasa, 03 Januari 2012 – 03:03 WIB

BEKASI - Lagi, minuman keras (miras) oplosan membawa bencana. Kali ini naas dialami 10 Kampung Kenyam, Desa Karangpatri, Kecamatan Pabayuran, Kabupaten Bekasi yang sekarat setelah menenggak minuman memabokkan tersebut.

Bahkan, dua orang tewas, Senin (2/1) dinihari. Selain dua pemuda tewas, 3 korban lagi sekarat. Sisanya menjalani perawatan.

Korban tewas masing-masing bernama Ida bin Mamit, 24 dan Irvan bin Rinah, 20, keduanya warga Kampung Kenyam RT 09/03, Desa Karangpatri. Lima pemuda saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit tapi kondisinya membaik yakni Abdul Azis bin Aang, 17;  Yanto bin Jomin, 24; Minkar bin Uca, 21;  Adam bin Nawi, 23, serta Likin bin Sabar, 25.

Sedangkan, Abdul Azid, 17; Aris bin Ma’ruf, 18 dan Jarudin bin Saman, 26 kondisinya kritis di Klinik Lisa Medika, Desa Karang Haur, Pabayuran, Kabupaten Bekasi. Ketiga pemuda itu masih tidak sadarkan diri karena diduga banyak menenggak miras yang diduga dicampur dengan suplemen minuman penambah energi.

Pesta miras itu dilakukan 10 pemuda di tepi jalan kampung mereka pada Sabtu (31/12) siang. Mereka pesta miras untuk merayakan malam pergantian Tahun Baru 2012. Tapi, usai menenggak miras 10 pemuda itu mengalami muntah-muntah dan tidak sadarkan diri.

Bahkan, Ida (salah satu korban tewas) meregang nyawa disaksikan orangtuanya, Mamit. Ida tewas Senin (2/12) dinihari lantaran terlambat diberikan pertolongan medis. Sedangkan, Irvan yang sebelumnya dilarikan orangtuanya ke Rumah Sakit Hosana Medika Cikarang, Minggu (1/1) pagi juga menghembuskan napas walau sempat ditangani dokter.
    
Salah satu korban selamat, Aris bin Ma‚Äôruf mengatakan, dia diajak pesta miras oplosan oleh Irvan. Karyawan sebuah perusahaan pembuat tempat tidur rumah sakit di kawasan industri  MM 2100 Cibitung itu mengatakan hanya ikut kongkow-kongkow bersama teman-temannya tidak terlalu lama. "Saya hanya ikut gabung satu jam," terangnya.

Dia mengaku setelah minum miras setengah gelas kepalanya langsung pusing. "Lalu saya pulang," terang anak pertama pasangan  Ma"ruf, 40 dan Idah, 35 itu. Sesampainya di rumah, Aris mengaku muntah-muntah dan oleh keluarganya dilarikan ke Klinik Lisa Medika. Beruntung, karena mendapatkan perawatan dokter nyawanya berhasil diselamatkan.
      
Sementara itu, Ujang Sahelmi, 54, paman Aris mengatakan Irvan yang tewas dalam peristiwa itu masih bersaudara dengan Aris. Dia juga menuturkan, jasad Irvan diambil keluarga menggunakan gerobak yang ditarik motor dari RS Hosana Medika Cikarang.

"Sampai di Kampung Blokang gerobak motor itu patah as. Lalu terbalik. Mayatnya terjatuh ke aspal," terangnya.
    
Sopyan, 8, salah satu anak kakak Irvan yang ikut dalam gerobak membawa mayat ikut terjatuh hingga kini belum sadarkan diri. "Dia (Sopyan, Red) masih dirawat di rumah sakit. Istri saya yang nungguin di sana. Kami tidak habis pikir musibah datang berkelanjutan seperti ini," ungkapnya juga.
    
Terpisah, Kapolsek Pebayuran, AKP Cecep Sanusi mengatakan, pesta miras oplosan itu digelar 10 pemuda itu pada Sabtu (31/12) pukul 11.00. "Usai menenggak miras, 10 orang pemuda ini pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 17.00. Tapi sampai rumah 10 pemuda itu malah muntah-muntah dan pingsan," jelasnya.
    
Menurutnya juga, 10 pemuda itu meminum miras oplosan yang di beli dari Kamin alias Bencong di Kampung Pulo Pipisan, Desa Karang Jaya, Kecamatan Pebayuran. "Mereka mengoplos minuman Mc Donald dua botol, Vodka dua botol, dan minuman suplemen sachet. Kini penjual miras tengah kami buru," terangnya. (dny)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Tahun Baru, Enam Nyawa Melayang di Bogor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler