Dua Pencuri Ini Kepergok Anggota TNI Utak-Atik Sepeda Motornya, Begini Jadinya..

Jumat, 03 April 2015 – 20:49 WIB

jpnn.com - SEMARANG - Saeful Anam (21) dan Sanal Muyawir alias Mirun (27) tersangka pencuri sepeda motor di 40 lokasi lebih, akhirnya harus meringkuk di sel tahanan. Kedua pencuri asal Kadilangu, Demak, ketangkap setelah mencuri sepeda motor milik anggota TNI.

Mereka ditangkap ditangkap aparat Reskrim Polsek Tembalang, Minggu (29/3). Saat itu keduanya baru saja beraksi membawa kabur motor Jupiter milik seorang anggota TNI Topdam IV/Diponegoro, Sertu Andi Setyawan. Aksi tersebut dilakukan saat sepeda motor korban diparkir di kawasan ruko Klipang Pesona Asri II sekitar pukul 20.00.

BACA JUGA: Menpan Yuddy Izinkan PNS Bisa Gelar Rapat di Hotel, Asal...

Tertangkapnya pelaku bermula saat korban mencium gerak-gerik mereka yang mencurigakan. Saat mengawasi korban juga menghubungi anggota Reskrim Polsek Tembalang. Kecurigaan tersebut akhirnya terbukti saat tersangka, Saeful langsung mendekati sepeda motor korban.

"Pas itu pelaku mengutak-atik sepeda motor. Saya terus mengawasi bersama anggota Polsek Tembalang yang sudah saya hubungi. Pas pelaku memundurkan motor dan mau membawa kabur langsung ditabrak oleh polisi," kata Sertu Andi saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Kamis (2/4).

BACA JUGA: Keterlaluan! Tindih Anak TK, Pemuda Ini Ngaku Hanya Iseng

Ditabrak, membuat Saeful terjatuh. Namun ia masih mampu berdiri dan berlari menghampiri Mirun yang menunggu di motornya. Keduanya berusaha kabur dari sergapan polisi. Tapi sepeda motor yang dipakai tersangka mogok. Tak pelak kedua tersangka panik. Di tengah kepanikan itu, Saeful kabur ke daerah perumahan meninggalkan Mirun. Sementara Mirun tidak dapat kabur dan ditangkap di lokasi oleh petugas.

Saeful mengaku dirinya sempat bersembunyi di perumahan dan menunggu polisi pergi. Saat merasa aman, Saeful keluar dari persembunyiannya dan berjalan kaki hingga di Terminal Penggaron. Tanpa disangka polisi yang dikiranya sudah pergi ternyata telah memantau pergerakan Saeful hingga di Terminal Penggaron.

BACA JUGA: Kereta Kelinci Ini Hilangkan Nyawa Bocah 9 Tahun

"Saya Ditangkap polisi di terminal," ujar ayah satu anak tersebut.

Dari pengakuan Saeful, ia dan Mirun sudah beraksi leboh dari 40 lokasi. Biasanya mereka beraksi di daerah Tembalang bagian bawah atau daerah Sendangmulyo dan juga tempat kos di daerah Tembalang. 

"Hasilnya kami jual rata-rata Rp 1,5 juta dan hasilnya dibagi dua. Uangnya habis buat foya-foya," papar Saeful. Terkait aksi terakhirnya, Saeful mengaku tidak tahu kalau sepeda motor tersebut milik anggota TNI.  (har/saf/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gembong Curanmor Tumbang Setelah 4 Peluru Menembus Kakinya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler