Dua Perahu Pengungsi Tenggelam, 24 Bocah Tewas

Sabtu, 31 Oktober 2015 – 06:47 WIB
Foto ilustrasi.AFP

jpnn.com - ATHENA - Bocah-bocah imigran keburu dijemput maut dalam perjalanan di laut menuju tanah Eropa. Sejak Rabu (28/10) hingga kemarin (30/10), ada dua perahu pengungsi yang tenggelam. Sedikitnya 24 anak kehilangan nyawa. Jumlah korban tewas mencapai 39 orang. Sebanyak 418 orang lainnya bisa diselamatkan.

Kejadian yang terbaru berlokasi di perairan wilayah Pulau Kalymnos, Yunani. Sebuah perahu berisi 150 orang terbalik dan tenggelam saat berlayar dari Turki menuju Yunani. Sebanyak 19 jenazah dievakuasi kemarin. Perinciannya, 10 perempuan, 6 anak, dan 3 pria.

BACA JUGA: Ternyata, Hanya 29 Persen yang Ingin Punya Dua Anak

Tragedi kedua adalah perahu yang terbalik di wilayah laut Pulau Rhodes pada Kamis (29/10). Satu perempuan, satu anak, dan satu bayi dilaporkan tewas. Tiga orang lainnya hilang dan 6 orang bisa diselamatkan. Total korban selamat dari dua kejadian tersebut adalah 144 orang.

Sehari sebelumnya dua perahu terbalik di Pulau Lesbos dan Samos, Yunani. Dalam kejadian itu, 17 pengungsi meninggal. Sebelas di antaranya adalah anak. Sebanyak 274 orang dapat diselamatkan. Pemerintah Yunani melaporkan, sepanjang Oktober saja, ada 68 orang yang tenggelam di wilayah laut Yunani. Tidak diketahui empat kejadian terbaru tersebut sudah masuk hitungan atau belum.

BACA JUGA: Blogger Penghina Islam dapat Anugerah HAM

 ''Saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam atas puluhan orang yang meninggal dan tragedi kemanusiaan yang terus terjadi di wilayah laut kami,'' ujar Perdana Menteri (PM) Yunani Alexis Tsipras di hadapan parlemen.

''Ombak Laut Aegean tidak hanya menyapu pengungsi dan anak-anak yang tewas, tapi juga peradaban Eropa,'' tambahnya.

BACA JUGA: MENGHARUKAN: Kisah Wanita Pemulung Dinobatkan sebagai Ratu Kecantikan, Ini Fotonya...

Tsipras memang berang mendengar adanya tragedi kematian para pengungsi itu di wilayah kedaulatan negaranya. Menurut dia, negara-negara di Eropa tidak mampu mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dengan cara menyediakan alternatif bagi para pengungsi selain jalur laut yang mematikan tersebut. Hingga saat ini, ribuan pengungsi masih saja mendarat di Lesbos setiap hari. Mereka mempertaruhkan nyawanya.

Petinggi Partai Syriza itu tidak saja menyalahkan Eropa, tetapi juga negara-negara Barat. Sebab, merekalah yang berperan besar terhadap tragedi kemanusiaan di Timur Tengah. Mayoritas pengungsi di Yunani memang berasal dari Timur Tengah, negara-negara yang diintervensi Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya.

''Intervensi militer di Timur Tengah bukan untuk memperkenalkan demokrasi, tapi untuk tujuan ekonomi,'' tegasnya. ''Kini mereka yang menabur angin itu telah menuai badai, tapi yang paling merasakan adalah negara-negara penerima (pengungsi),'' lanjutnya.

Sementara itu, di Spanyol tim penyelamat masih mencari 35 pengungsi yang hilang. Perahu mereka rusak dan tenggelam ketika berlayar dari Maroko. Empat orang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. (AP/AFP/sha/c14/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rumah Jimi Hendrix Dibuka Untuk Umum


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler