Dua Puskesmas Nyaris Dibakar Orang tak Dikenal

Sabtu, 29 Juni 2013 – 00:27 WIB
SELUMA - Situasi keamanan di Kabupaten Seluma patut menjadi perhatian serius. Dalam seminggu terakhir Bumi Serasan Seijoan ini tak hanya dihebohkan oleh aksi perampokan dan pembobolan sekolah, tetapi juga dikejutkan oleh aksi kejahatan lainnya, yakni tindak pembakaran fasilitas publik.
 
Sebagaimana dialami puskesmas pembantu (Pustu) Desa Selingsingan Kecamatan Seluma Utara, nyaris ludes dilalap api. Kuat dugaan ada yang sengaja ingin memusnahkan bangunan milik pemerintah itu, dengan meletakkan dua ban mobil di pintu belakang puskesmas dan sejumlah potongan kayu kecil yang dibakar hingga menimbulkan kobaran api.

Api sempat menjilat pintu dan plafon pustu tersebut. Untungnya, api yang mulai berkobar sekitar pukul 02.00 WIB dini hari kemarin (28/6), cepat diketahui warga setempat sehingga ramai-ramai datang melakukan pemadaman. Saat kejadian bidan desa yang menempati pustu itu Azma Oktiianti bersama suaminya sedang ke Kota Bengkulu karena mengikuti ujian S1 (sarjana).
 
Kaur Pemerintahan Desa Selingsingan Kecamatan Seluma Utara, Suhandi mengatakan apinya hanya berhasil menghanguskan pintu dan menghabiskan sebagain plafon belakang. Sedangkan bagian dalam pustu, sebagian plafonya saja yang menghitam karena asap.

"Adanya kobaran api itu pertama kali diketahui oleh beberapa pemuda kebetulan main gaple di warung seberang pustu. Mereka melihat asap dan api dari belakang pustu. Seketika mereka berteriak kebakaran membangunkan warga lainnya. Kami ramai-ramai datang melakukan pemadaman api," terangnya kepada Rakyat Bengkulu (JPNN Grup).
 
Lanjutnya, di lokasi ditemukan ban dua buah, tiga keeping papan dan sabut kelapa menempel didekat pintu belakang pustu. "Sepertinya api dihidupkan pakai bensin, karena saat menyiramnya tadi malam, api itu menjalar. Kalau pakai minyak tanah, pasti tidak seperti itu," imbuh salah seorang saksi mata Antoni.
 
Terpisah, Harisman suami dari bidan Azma Oktiianti mengatakan, ia baru mengetahui kejadian itu sekitar pukul 02.30 WIB, setelah dihubungi Kaur Pemerintahan Desa Selingsingan. Kondisi rumah berdampingan dengan pustu saat itu sedang ditinggal kosong tanpa penghuni. Karena istrinya sedang mengikuti ujian kuliah di Kota Bengkulu. "Kami tadi malam di Bengkulu, karena istri lagi ada ujian kuliah sampai hari ini (kemarin)," ujarnya.

Kejadian tak kalah menghebohkan, dialami Puskesmas Masmambang Kecamatan Talo. Puskesmas ini dibobol maling. Beruntung, diduga pelakunya belum profesional, sehingga hanya satu buah senter kecil yang berhasil dibawa kabur. Meskipun sejumlah ruangan pintunya berhasil dibongkar dan diacak-acak pelaku.
 
Kejadiannya tersebut diperkirakan sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari kemarin (28/6) saat kondisi gelap gulita karena hujan deras dan listik padam.  Diperkirakan pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela ruang poliklinik. Dibuktikan dari luar jendela ditemukan bekas congkela dan lubang kunci rusak. Juga ditemukan bekas pijakan kakai di atas kursi besi yang terdapat di ruangan tersebut.
 
Pelaku berhasil merusak pintu empat ruangan, diantaranya pintu ruangan laboratorium, ruangan tata usaha, ruangan keluarga ibu dan anak serta ruangan komputer. Pelaku merusak kunci lemari obat, dan sejumlah berkas diacak-acak dan membongkar setiap meja yang ada lemarinya.
 
Kepala Puskesmas Masmambang, dr. Martin Sinulingga, ditemui RB mengatakan, kejadian itu baru diketahui sekitar pukul 07.00 WIB kemarin,  oleh petugas kebersihan puskesmas. Saat ia masuk ruangan, menemukan sejumlah pintu ruangan dalam keadaan terbuka dan gembok pintu berserakan di lantai. "Melihat kunci pintu ruangan ini dibongkar, penjaga melaporkan ke kami," kata Martin yang tinggil di rumah dinas kepala puskesmas masih dalam komplek puskemas tersebut.
 
Kendati berhasil masuk ke ruang komputer, namun seluruh peralatan dan perlengkapan komputer masih utuh. Diduga pelaku hanya mencari uang. "Lemari obat juga dirusak, dan sudah kita hitung tidak ada obat yang kurang. Sepertinya pelaku mencari uang, karena tidak ada peralatan kesehatan dan komputer yang hilang. Hanya center kecil yang hilang," ujarnya.
 
Ia mengaku cukup menyayangkan atas kejadian tersebut, apalagi puskesmas merupaka fasilitas pelayanan umum untuk melayani warga yang sakit. "Apa yang dicari dipuskesmas ini, uang tidak ada, hanya ada peralatan kesehatan untuk kepentingan pelayanan kesehatan bagi warga. Sekitar pukul 01.30 WIB dini hari itu, saya masih melayani pasien. Jadi dieprkirakan kejadiannnya diatas jam itu. Pelaku juga mudah menjalankan aksinya, karena puskesmas kita sendiri belum ada tralinya," demikian Martin. (hue)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sejoli Bos Kurir Narkoba Dibekuk

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler