Dubes New Zealand Puji Program Satu Desa Satu Produk

Kamis, 25 Agustus 2016 – 19:14 WIB
Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Duta Besar New Zealand Trevor Matheson menilai program satu desa satu produk (one village one product) yang tengah digalakkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), sangat baik. Program itu diyakini mampu menyejahterakan masyarakat desa. 

"Jadi New Zealand siap mendukung terselenggaranya rencana tersebut (program satu desa satu produk),” ujar Trevor saat melakukan pertemuan dengan Menteri DPDTT Eko Putro Sandjojo, Kamis (25/8).

BACA JUGA: Pemerintah Disarankan Rayu Arab Saudi untuk Tambah Kuota Haji

Menurut Trevor, dukungan akan diberikan, apalagi sebelumnya New Zealand dan Indonesia telah bekerja sama. Baik di bidang pendidikan, pertanian, maupun penanggulangan bencana. Selain itu juga berpartisipasi menangani korban bencana tsunami di Aceh beberapa waktu silam. 

“Selain itu, New Zealand juga telah melakukan beberapa kegiatan di Papua,” ujar Trevor. 

BACA JUGA: Terpidana Bom Bali I Kini Sibuk Menulis dan Kelola Website

Menanggapi ketertarikan Trevor, Menteri DPDTT Eko Sandjojo mengatakan, desa-desa di Indonesia adalah desa unik yang masing-masing memiliki karakter berbeda. Dengan demikian, potensi dan kekuatan ekonomi di setiap pedesaan pun berbeda.

Hanya saja masalahnya kata Eko, masyarakat tidak fokus pada satu produk tertentu pertanian tertentu. Kendala lain, tidak adanya infrastruktur pascapanen, sehingga produk hasil pertanian tidak bertahan lama.

BACA JUGA: Pentolan Bidan PTT: Hanya Jokowi yang Bisa Selesaikan

“Karena itu perlu diadakan program one village one product agar lebih fokus dalam menangani produksi pertanian. Kemudian sistem pengolahan hasil pertanian pasca panen juga perlu diperbaiki,” ujar Eko.

Kementerian DPDTT kata Eko, juga ingin mengubah paradigma, dimana desa selama ini hanya diberi bantuan berupa uang. Caranya, dengan menggalakkan program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Diharapkan melalui program tersebut, desa dapat mengolah, memasarkan dan mengelola produk unggulannya secara mandiri.

“Papua bisa menjadi contoh yang bagus, karena tidak hanya pembangunan infrastruktur, namun kami juga harus sensitif terhadap budaya masyarakatnya. Kementerian Desa juga memiliki program transmigrasi dan sangat peduli dengan transmigran lokal di Papua, yaitu masyarakat asli Papua itu sendiri,” ujar Eko.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Forbides: Tenaga dan Uang Kami Dikuras Habis-habisan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler