Dugaan Korupsi di Asabri, Prabowo Ingin Pastikan Dana Prajurit Aman

Selasa, 14 Januari 2020 – 19:11 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: M. Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berjanji akan menuntaskan dugaan korupsi di tubuh Asabri.

Menurut Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ini Prabowo sedang mempelajari dugaan korupsi di Asabri itu.

BACA JUGA: Moeldoko: Asabri di Bawah Kendali Kementerian BUMN

"Ketika mendapat laporan terkait dugaan korupsi di Asabri, Menhan sedang menunggu informasi lengkap permasalahannya dari Menteri BUMN dan BPK," kata Dahnil saat dihubungi jpnn.com, Selasa (14/1).

Dahnil menjelaskan, Menhan berkepentingan atas persoalan di Asabri, meskipun perusahaan itu di bawah kewenangan Menteri BUMN.

BACA JUGA: 5 Fakta Dugaan Korupsi di Asabri

Sebab, kata dia, aset PT Asabri sekitar Rp 35 triliun berasal dari iuran pensiun prajurit TNI, anggota Polri, hingga PNS di lingkungan TNI dan Polri.

Menurut Dahnil, setiap bulannya gaji pokok para prajurit itu dipotong 4,75 persen untuk iuran pensiun dan 3,25 persen untuk tunjangan hari tua.

BACA JUGA: Moeldoko Panggil Ahok, Bahas Soto hingga Harga Gas Mahal

"Pak Menhan ingin memastikan dana prajurit tetap aman dan tidak terganggu," kata dia.

Menko Polhukam Mahfud MD menyebut ada dugaan korupsi yang tidak kalah besar dari kasus Jiwasraya. Dia pun menyinggung dugaan korupsi di Asabri.

"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri, yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp 10 riliun," kata Mahfud ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (10/1). (mg10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler