Dugaan Praktik Pesugihan, Polsek Kebayoran Lama Bergerak Melakukan Penyelidikan

Kamis, 01 Juli 2021 – 05:55 WIB
Warga menunjukkan berapa aplikasi media sosial di telepon seluler dengan latar permukiman di Jakarta Selatan, Rabu (30/6/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

jpnn.com, JAKARTA - Kepolisian Sektor Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, langsung bergerak menyelidiki video di media sosial mengenai dugaan praktik pesugihan di Pondok Indah, Jaksel.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah timbulnya keresahan di masyarakat akibat adanya dugaan praktik pesugihan tersebut.

BACA JUGA: Dewi Perssik Bahas Soal Susuk dan Pesugihan, Begini Katanya

"Lagi ditelusuri," kata Kepala Polsek Kebayoran Lama Komisaris Polisi Donni Bagus Wibisono di Jakarta, Rabu (30/6).

Donni menjelaskan personel juga dikerahkan ke lapangan untuk mengusut informasi yang kini menjadi viral di media sosial itu.

BACA JUGA: Tersangka Beri Keterangan Berbelit-belit, Sebut Beli Uang Asing Palsu untuk Pesugihan

Menurutnya, penyelidikan ke lapangan itu dilaksanakan Unit Reserse Kriminal Polsek Kebayoran Lama dan Pos Polisi Pondok Indah.

Hanya saja, Donni belum mengungkap detail lokasi di kawasan elite itu yang disebutkan dalam video yang diunggah melalui akun @dinskidiary di TikTok.

BACA JUGA: Lihat Ini, Lalu Lintas Arteri Pondok Indah Lengang, Waktu Tempuh 10 Menit Saja

Sebelumnya, pada Senin (28/6) akun @dinskidiary di TikTok mengunggah video pendek yang mengungkapkan pengalaman pribadinya menerima tawaran untuk menjadi pembawa acara ulang tahun di Pondok Indah.

Wanita dalam video itu menceritakan dirinya ditawari honor Rp 10 juta untuk satu jam menjadi pembawa acara ulang tahun seorang klien.

Dia juga melengkapi latar di unggahan video tersebut dengan bukti potongan percakapan melalui pesan WhatsApp dengan pihak penyelenggara acara.

Namun, dia merasa curiga dan ada kejanggalan dengan acara pesta ulang tahun pribadi tersebut karena bakal ada ritual pesugihan dengan tumbal pria-pria muda.

"Ternyata di sini dia bilang bahwa si brondong ini setuju untuk jadi tumbal dan dia sempat bilang juga tenang, jangan takut," katanya.

Total ada lima potongan video yang diunggah dengan durasi masing-masing sekitar 60 detik dan video tersebut juga menyebar di media sosial Twitter. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler