Duh, Presiden Ampuni Jenderal Polisi yang Gelar Party di Masa Pandemi

Minggu, 15 November 2020 – 18:58 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto: Reuters

jpnn.com, MANILA - Inkonsistensi pemerintah dalam menegakkan aturan pembatasan sosial tidak cuma terjadi di Indonesia. Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang selama ini terkenal tegas ternyata juga menerapkan standar ganda ketika kalangan elite melanggar aturan lockdown.

Dalam konferensi pers yang disiarkan secara nasional pada Sabtu (14/11), Duterte menegaskan bahwa kepala kepolisian nasional yang baru, Debold Sinas, telah dibebaskan dari semua tuduhan pelanggaran.

BACA JUGA: Tama Kangen Band dan Gus Toni Terharu Bantu Warga Terdampak Pandemi

Padahal, Sinas tengah diselidiki karena menggelar pesta ulang tahun besar-besaran bersama rekan-rekannya pada Mei lalu.

"Jika memang ada pelanggaran, maka dia sudah diampuni. Saya tidak melihat adanya kesalahan yang memiliki implikasi moral atau niat jahat," ujar Duterte.

BACA JUGA: Kapolri Sudah Dua Kali Menerbitkan Maklumat saat Pandemi Covid-19, Mohon Semua Mematuhinya

Dia menambahkan bahwa Sinas tidak bisa disalahkan karena teman-temannya mengadakan pesta kejutan.

Duterte mengangkat Sinas, mantan bos kepolisian Manila, jadi kepala kepolisian nasional pada 9 November lalu.

BACA JUGA: Kemiskinan Meningkat Akibat Pandemi, Begini Antisipasi yang Disiapkan Mensos Juliari

Pesta ulang tahun mewahnya menimbulkan kontroversi lantaran digelar saat pemerintah menerapkan lockdown superketat untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Selama masa lockdown, polisi Filipina telah menangkap ribuan warga biasa karena melanggar aturan.

Kementerian Kehakiman yang tengah menyelidiki kasus ulang tahun Sinas tidak mau mengomentari pernytaan Duterte.

"Saya tidak mendengar pernyataan Presiden. Saya perlu mengetahui konteksnya," ujar Menteri Kehakiman Menardo Guevarra saat dihubungi Reuters. (reuters/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler