Dukung Ganjar-Mahfud, Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi Gelar Ngaji dan Doa Bersama

Senin, 08 Januari 2024 – 11:19 WIB
Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jeddah dan Makkah, Saudi Arabia menggelar do’a bersama dan mengaji sebagai bentuk dukungan kepada Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JEDDAH - Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jeddah dan Makkah, Saudi Arabia menggelar doa bersama dan mengaji sebagai bentuk dukungan kepada Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI pada Pemilu 2024.

Pengajian dan do’a bersama dalam acara Pondok Tiga Jari tersebut diadakan awal Januari ini di Alfiyah Distrik kota Jeddah yang dihadiri 53 orang dan 86 orang di Ajyad Distrik kota Makkah.

BACA JUGA: Kiai dan Santri Lopang Gede Banten Gelar Doa Bersama untuk Kemenangan Ganjar-Mahfud MD

Salah satu penggagas kegiatan, Sharief Rahmat, mengungkapkan, bahwa kegiatan ngaji dan do’a bersama Pekerja Migran Indonesia bersifat terbatas.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk menggelar lagi secara akbar dan terbuka dengan jumlah peserta antara 500 orang lebih atau bahkan ribuan bila ada tempat yang memungkinkan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pascadebat Capres, Ganjar dapat Pelukan Hangat dari Atikoh dan Alam

Ia melanjutkan, kegiatan mengaji dan doa bersama ini bagian dari bentuk dukungan, serta merupakan representatif Ganjar-Mahfud yang agamis. Kegiatan tersebut, juga akan disusul di beberapa kota Saudi Arabia lainnya dan bersifat terbatas pula.

Selain ngaji dan do’a bersama, juga dilakukan deklarasi dukungan di kota Jeddah, Makkah, dan Riyadh.

Salah satu PMI di kota Jeddah Faruq Salim, meminta kepada PMI agar mengajak keluarganya di Indonesia untuk mendukung Ganjar – Mahfud pada Pemilu 2024.

BACA JUGA: Tolak Ajakan Prabowo Bahas Data Pertahanan, Ganjar: Kalau Tidak Siap, Jangan Berdebat

Termasuk mengingatkan kepada rakyat Indonesia agar dalam memilih pemimpin, untuk melihat dari rekam jejak, pengalaman, dan prestasinya.

Sebagai PMI yang sudah berada puluhan tahun di Saudi Arabia, Faruq Salim mengungkap rekam jejak ketiga kandidat yang berhubungan dengan pelayanan serta perlindungan WNI di luar negeri khususnya Pekerja Migran Indonesia.

Di hadapan PMI kota Jeddah, Faruq mengingatkan kejadian 2009 dan 2010. Kala itu ribuan WNI dan PMI Overstayer terlantar di kolong jembatan Kandara distrik kota Jeddah.

“Tentu kita tahu bahwa di tahun tersebut masa pemerintahan siapa dan pula siapa Menteri Tenaga Kerjanya,” jelasnya.

Begitu juga pembebasan salah satu PMI di Malaysia yaitu Wilfrida dari ancaman hukuman mati pada tahun 2010 diklaim oleh salah satu capres.

Padahal capres tersebut baru bergabung di ujung saat kasus tersebut makin viral di 2015.

“Sedangkan yang berjuang dari awal dari tahun 2010 yaitu Kemenlu RI, Migran Care, kader – kader PDI Perjuangan di DPR RI, dan pihak-pihak lainnya. Dari sini kita sudah bisa menilai,” kata Faruq Salim

Ia menegaskan, di sinilah bedanya prestasi Ganjar Pranowo dengan kandidat lainnya terhadap Pekerja Migran Indonesia.

Saat menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyelamatkan 54 PMI yang disekap di Kamboja.

Kasus 54 PMI tersebut terungkap berkat aplikasi online LaporGub yang dibangun Ganjar Pranowo saat menjadi Gubernur Jawa Tengah.

“Dari awal hingga terbebas, kasus tersebut dikawal oleh Ganjar Pranowo. Padahal dari 54 PMI tersebut hanya sebagian kecil yang berasal dari Jawa Tengah. Namun, karena mereka semua WNI, Ganjar Pranowo mengawal sangat serius agar PMI tersebut terbebas,” jelas Faruq.

Seorang PMI di Makkah, Sadiri Sadimun pun mengutarakan perhatian Ganjar Pranowo terhadap PMI tidak diragukan lagi.

Hal ini bisa dinilai dari saat Ganjar tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji dan datang lagi untuk ibadah umroh.

“Hal yang pertama ditanya saat keluar dari Bandara Jeddah yaitu kondisi PMI di Arab Saudi. Beliau sangat serius saat menerima aspirasi dari PMI yang menyangkut pelayanan dan perlindungan,” kata Sadiri.

Sadiri Sadimun menegaskan, hanya di era PDI Perjuangan dan kader PDI Perjuangan menjadi Presiden, tidak ada lagi kejadian WNI atau PMI Overstayer yang terlantar di kolong Jembatan Kandara Distrik kota Jeddah.

“Selain itu, janji-janji kampanye saat Pemilu 2014 dan 2019 ditepati semua seperti menghapus KTKLN, mengadakan repatriasi (pemulangan massal) WNI Overstayer dan PMI Bermasalah di Arab Saudi, mengadakan program Pasporisasi bagi WNI Undocumented dan Overstayer, dan masih banyak lagi,” paparnya.

Jadi, Sadiri menekankan, Ganjar Pranowo merupakan capres yang layak meneruskan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selain karena keduanya kader PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo mempunyai program yang memperkuat atas pelayanan serta perlindungan PMI. Ditambah keberadaan Mahfud MD, yang dapat memberikan langkah untuk memperkuat payung hukum perlindungan terhadap PMI.

“Kami optimistis PMI di Saudi Arabia dapat menyumbangkan suara untuk memenangkan Ganjar Mahfud sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada Pemilu tahun 2024,” pungkasnya.(ray/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler