Dukung Keputusan PSSI Hapus Regulasi Kewajiban Mainkan Pemain U-23

Jumat, 01 September 2017 – 09:41 WIB
Evan Dimas Darmono (berkaus hijau) bersama penggemarnya. Foto: M Amjad/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Keputusan PSSI menghapus regulasi kewajiban memainkan pemain U-23 di Liga 1 mendapat dukungan mayoritas pelaku sepak bola tanah air.

Ya, baik dari komponen pemain, pelatih maupun manajamen, sama sama mengakui bahwa, apa yang dilakukan oleh otoritas tertinggi sepak bola tanah air itu sudah tepat.

BACA JUGA: PSSI Hapus Regulasi Pemain U-23, Klub Peserta Liga 1 Lega

Salah satu gelandang muda Bhayangkara FC yang menjadi motor serangan Timnas U-22, Evan Dimas Darmono misalnya.

Dia menilai bahwa, selalu ada hikmah positif dibalik setiap kebijakan yang diambil oleh PSSI. Termasuk keputusan untuk menghilangkan kewajiban memainkan tiga pemain U-23 minimal selama babak pertama itu.

BACA JUGA: PSSI Bikin Kebijakan Baru soal Regulasi Pemain U-23 di Liga 1

"Karena dengan tidak adanya regulasi itu, maka semua pemain harus siap-siap bersaing secara terbuka. Entah mereka pemain pemain muda yang baru muncul, atau yang sudah berstatus pemain senior," kata Evan.

"Jadi, ini sebenarnya tantangan bagi pemain pemain muda. Apakah mereka bisa bersaing untuk masuk line up atau tidak," lanjutnya.

BACA JUGA: Edy Rahmayadi Ikut Pilgub Sumut? Ini Kata PSSI

Selain Evan, kapten Timnas U-22 yang baru membela Indonesia di SEA Games Kuala Lumpur, Hansamu Yama juga punya pendapat serupa. Menurut dia, pasti ada dampak positif dari kebijakan PSSI itu.

"Biar pemain muda bisa bersaing secara fair, bukan main karena untuk memenuhi regulasi saja," beber dia.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar juga mengungkapkan bahwa, penghapusan regulasi tersebut adalah sebuah langkah maju dari federasi untuk menyelamatkan kompetisi.

Sebab, dengan begitu, persaingan klub di kompetisi kasta tertinggi tanah air itu bisa berlangsung sehat karena setiap tim sudah bisa menurunkan skuad terbaik mereka.

Dia beralasan, saat ini banyak pemain pemain muda yang diberikan kesempatan bermain karena regulasi, ternyata belum mampu mengimbangi atmosfer permainan yang tinggi dan cepat bersama para pemain senior.

"Toh, nanti seleksi alam juga yang berbicara. Mau tua atau muda, pasti yang paling siap yang akan digunakan oleh pelatih untuk dimainkan," tandasnya.

Sementara itu, Chief Operating Oficer (COO) PT LIB (Liga Indonesia Baru) Tigorshalom Boboy mengatakan bahwa, mereka belum menerima sainan keputusan dari federasi. "

Tapi, pada prinsipnya begini, silakan saja kalau mau dihapuskan atau dilanjutkan. Tetapi, waktunya jangan mendadak karena kami juga perlu informasikan dan sosialisasikan juga kepada klub-klub," kata dia.

Seperti yang diketahui, PSSI sudah memberlakukan kewajiban memainkan minimal tiga pemain U-23 dalam 45 menit pertama setiap laga.

Regulasi itu kemudian ditangguhkan beberapa pekan sebelum SEA Games berjalan dengan batas akhir pada 30 Agustus kemarin.

Namun, PSSI memutuskan untuk penangguhan regulasi memainkan pemain U-23 itu sampai dengan akhir musim.

Artinya, setiap klub bebas untuk menggunakan pemain mana saja yang menurut mereka jauh lebih siap untuk menjalankan pertandingan. (ben)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lepas Tim Indonesia ke Gothia Cup, PSSI Tegaskan Komitmen Bina Usia Muda


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler