Dukung Penangkar Lokal, Kementan: Tak Ada Impor Benih Jagung

Kamis, 02 November 2017 – 15:53 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaeman saat panen jagung dari hasil penangkaran dalam negeri. ILUSTRASI. Foto: Humas Kementan RI

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan tak ada impor benih jagung. Soalnya, kebutuhan tanam jagung telah mampu dipenuhi dari hasil penangkaran dalam negeri.

"Benih jagung itu produksi dalam negeri hasil penangkaran dalam negeri. Walau produk multinational company, tapi penangkarannya di dalam negeri," ujar Direktur Tanaman Pangan Ditjen TP, Bambang Sugiharto, di Jakarta, Kamis (2/11/2017).

BACA JUGA: Mendongkrak Produksi dengan Pertanian Digital di Sumut

Menurut Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, kebutuhan benih dipasok dari sekitar 12 produsen lokal dari sejumlah daerah. Misalnya, Dupont Pioneer di Malang, BISI di Kediri, Syngent di Pasuruan, dan Monsanto di Mojokerto.

Bambang menegaskan, tak mengimpor benih jagung untuk memenuhi kebutuhan tanam, karena Kementan fokus menggunakan produk dalam negeri. "Ini mendorong penangkar-penangkar lokal," tutup peraih tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya XX itu.

BACA JUGA: Kementan: Harga Cabai dan Bawang Merah Stabil

Produksi jagung dalam negeri melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut juga ditandai dari berkurangnya volume impor. Misalnya, impor di 2015 sebesar 250 ribu ton dan turun 66 persen pada 2016. Lalu, tiada impor jagung hingga 2017 ini.

Meningkatnya produksi jagung secara signifikan dalam kurun dua tahun terakhir tak lepas dari berbagai program Kementan. Misalnya, Program Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale), bantuan mekanisasi guna efisiensi dan efektivitas tanam sampai panen, serta integrasi jagung dan sawit.(adv/jpnn)

BACA JUGA: Kementan Raih Dua Penghargaan TOP IT 2017

BACA ARTIKEL LAINNYA... Golkar Beri Gelar Mentan Sebagai Bapak Pertanian Indonesia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler