Presiden Termuda Benua Amerika

Dukung Pernikahan Sejenis, Menang Besar di Pilpres

Selasa, 03 April 2018 – 06:43 WIB
Presiden Kosta Rika Carlos Alvarado Quesada. Foto: Reuters

jpnn.com, SAN JOSE - Dukungan terhadap legalisasi pernikahan sejenis membuat Carlos Alvarado Quesada menang besar di Pemilu Presiden Kosta Rika 2018. Kini pria 38 tahun itu tercatat sebagai presiden termuda Benua Amerika.

Dia unggul dalam babak run-off pemilihan presiden (pilpres) dengan perolehan suara lebih dari 60 persen Minggu (1/4).

BACA JUGA: Fahri Pengin Prabowo Beber Prediksi RI Bubar di Debat Capres

’’Hari ini (kemarin), dunia memperhatikan kita. Kita berhasil mengirimkan pesan demokratis yang indah.’’ Demikian cuitan Alvarado Quesada lewat Twitter di hari pengumuman kemenangannya oleh komite pemilihan umum sebagaimana dilansir Reuters, Senin (2/4).

Dia mengalahkan pesaingnya, Fabricio Alvarado, dengan selisih perolehan suara yang signifikan. Rencananya, dia resmi dilantik pada 8 Mei.

BACA JUGA: Ampun Deh, Perilaku Elite Bikin Pak Prabowo Kapok

Putaran kedua pilpres Kosta Rika memang menyedot perhatian dunia. Selain karena dua kandidat yang sukses masuk babak run-off sama-sama bernama Alvarado, mereka juga masih muda. Alvarado Quesada lebih muda lima tahun ketimbang Alvarado.

Alvarado Quesada adalah mantan jurnalis yang lantas dikenal sebagai penulis novel. Dia juga pernah menjabat menteri tenaga kerja sebelum berfokus pada pencapresannya.

BACA JUGA: Pak SBY Beber Kiatnya Pilih Cawapres di 2 Pilpres

Dengan mengusung slogan Elijo el Futuro alias saya memilih masa depan dalam kampanyenya, Alvarado Quesada berjanji melegalkan pernikahan sejenis.

Janji itulah yang oleh para pengamat politik Kosta Rika disebut-sebut sebagai alasan kemenangannya. Apalagi, menurut BBC, publik Kosta Rika terus mengusung topik pernikahan sejenis sejak Januari lalu.

Tepatnya, sejak Inter-American Court of Human Rights for Costa Rica menyerukan kepada pemerintah Kosta Rika agar segera melegalkan pernikahan sejenis.

Di sisi lain, Alvarado yang kalah dalam putaran kedua pilpres Kosta Rika adalah sosok yang menentang keras pernikahan sejenis. Dalam putaran pertama Februari lalu, prinsip itu sukses mengantarkan penyanyi rohani tersebut ke babak kedua.

Tapi, kini dia harus mengakui kemenangan lawan. ’’Kita tidak perlu sedih. Sebab, kita baru saja mencetak sejarah,’’ ujarnya seperti dilansir Associated Press. (hep/c7/pri)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Modus Kecurangan di Pilpres Rusia Terungkap, Parah Banget


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler