Economic and Market Outlook Capital 2023 Bakal Bahas Kondisi Perekonomian Global & Lokal

Minggu, 11 Desember 2022 – 14:06 WIB
Ilustrasi uang anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dan CSA Community didukung Perkumpulan Profesional Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) mencoba mengajak para stakeholder dan pelaku pasar modal untuk mengulas dan mencari solusi atas kondisi perekonomian global dan lokal pada 2023.

Pembahasan tersebut dikemas dalam seminar Economic and Market Outlook Capital 2023.

BACA JUGA: Berkontribusi Pada Pendapatan Negara, SIG Raih Penghargaan BUMN Berprestasi

Ketua Pelaksana Economic and Market Outlook Capital 2023 Haryajid Ramelan, menyatakan potensi resesi global akan menjadi ancaman bagi ekonomi dan pasar modal Indonesia.

Karenanya seminar ini dilaksanakan dalam upaya mencari solusi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan dunia pasar modal nasional.

BACA JUGA: Suguhkan Pawai Budaya Kerajaan kepada Masyarakat, Ganjar Pranowo Terharu

Diharapkan dalam seminar ini bisa diperoleh rangkuman, analisa, gambaran kondisi industri, perekonomian dan pasar modal global, serta dampaknya terhadap ekonomi dan pasar modal nasional pada 2023.

Seminar kali ini, rencananya akan dihadiri Menteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang akan memberikan Keynote Speech berupa oleh-oleh G20 di Bali.

BACA JUGA: Sosialisasi Pemahaman Tentang KUHP Jadi Tanggung Jawab Bersama

Juga menghadirkan pembicara ekonom, analis, direksi perusahaan publik dan praktisi pasar modal.

Antara lain, Prof Bambang Brodjonegoro, Prof Roy Sembel, Hans Kwee, Alfatih, Faisal Rachman. Senior Vice President PT Bank Mandiri, dan M. Agus Setiawan, Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Tbk.

Dalam materi paparannya Faisal Rachman, Senior Econom PT Bank Mandiri Tbk mengingatkan adanya risiko dari ekonomi global dan domestik.

Faktor dominan global selain tingkat bunga federal reserve yang masih akan tinggi, juga resesi di beberapa negara, termasuk di China yang akan mengalami perlambatan ekonomi, serta perang dan juga harga komiditi yang tinggi.

Selain seminar, juga diadakan acara Investor and Profesional Gathering, yaitu acara yang mempertemukan para praktisi, profesional dan masyarakat yang peduli pasar modal Indonesia.

Antara lain, investor pemula, influencer, expert, emiten, trainer pasar saham berpengalaman, komunitas serta professional perusahaan publik.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 700 orang ini, diharapkan bisa menambah wawasan mengenai perekonomian global dan nasional yang sedang terjadi saat ini dan dampaknya pada tahun mendatang.

Selain juga dapat dijadikan ajang membangun relasi bisnis sesama pelaku pasar modal Indonesia.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler