Edukasi Jadi Tantangan Terbesar Industri Asuransi Syariah

Rabu, 08 Agustus 2018 – 01:54 WIB
Pasien menunggu di rumah sakit. Foto: Endang Syarifudin/Radar Banjarmasin/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar pada bisnis asuransi syariah. Namun, potensi tersebut belum digarap maksimal.

’’Pemerintah sudah mengeluarkan banyak aturan untuk membantu,’’ kata Presiden Direktur Sun Life Elin Waty setelah konferensi pers Sun Life Financial Indonesia, Senin (6/8).

BACA JUGA: Strategi Prudential Kembangkan Asuransi Syariah

Dia yakin masa depan asuransi syariah makin baik seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat.

Itu pula yang membuat Sun Life optimistis dengan produk barunya, yakni Asuransi Brilliance Hasanah Maxima.

BACA JUGA: Sun Life Financial Indonesia Garap Segmen Keluarga Muda

Produk asuransi tersebut dilengkapi fasilitas manfaat wakaf. Sasarannya bukan hanya kaum muslim.

’’Prinsip berbagi bisa diterapkan kepada siapa pun,’’ tutur Elin.

BACA JUGA: Melalui Travelin Syariah, Adira Garap Pasar Asuransi Syariah

Menurut dia, tantangan dalam bisnis syariah adalah masih kurangnya edukasi. Apalagi bagi masyarakat di daerah. Informasi yang didapatkan tidak secepat masyarakat di perkotaan.

’’Kami serius mengembangkan di kota kedua dan ketiga,’’ ungkap Elin.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mendorong unit usaha syariah (UUS) segera melakukan spin-off.

Elin menyatakan bahwa saat ini pihaknya melakukan persiapan.

’’Kami menyiapkan, tetapi punya planning,’’ jelas Elin.

Sementara itu, Chief Agency Officer Syariah Sun Life Norman Nugraha mengungkapkan bahwa jumlah peminat tumbuh dua digit. Tahun lalu tumbuh 28 persen.

’’Jadi satu-satunya perusahaan asuransi yang punya manajemen syariah sendiri,’’ kata Norman. (nis/c14/fal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Raup Rp 1,7 T pada 2017, Prudential Genjot Asuransi Syariah


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler