Edy Nirwansyah Selalu Incar Anak Perempuan yang Pulang Mengaji, Oh Ternyata…

Sabtu, 28 September 2019 – 23:41 WIB
Edy (tangan terborgol), saat ditunjukkan kepada awak media yang mengikuti konferensi pers di Mapolres Berau kemarin (26/9). Foto: prokal.co

Aksi bejat yang dilakoni Edy Nirwansyah, 52, sejak tahun 2016 akhirnya terungkap. Pelaku pencabulan terhadap sembilan bocah itu berhasil ditangkap sekitar pukul 18.00 Wita, Rabu (25/9) lalu.

Selama tiga tahun, kuli bangunan tersebut mengaku telah memangsa sembilan anak perempuan yang berusia antara 7 hingga 10 tahun.

BACA JUGA: Berita Duka, Iptu Sukasmi Meninggal Dunia di dalam Bus

Aksi bejatnya akhirnya terbongkar, setelah salah satu orang tua korban, melihat pelaku tengah membonceng korbannya menggunakan sepeda motor di kawasan Sambaliung, sekitar pukul 20.00 Wita, Sabtu (21/9) lalu.

Kasat Reskrim Ppolres Berau AKP Rengga Puspo Saputro, yang dikonfirmasi pada Kamis (26/9) menuturkan, orang tua korban melaporkan pelaku ke polisi, Sabtu (21/9) lalu.

BACA JUGA: Tas Diduga Bom yang Dilempar OTK di Depan Hotel Sultan, Isinya Ternyata…

Awalnya, Rengga menuturkan, orang tua korban memang mencari keberadaan korban. Sebab, korban yang pergi mengaji sejak petang, tak kunjung pulang ke rumah hingga pukul 20.00 Wita.

Orang tua korban pun menghubungi keluarganya yang lain, menanyakan keberadaan korban. Namun, tak satupun keluarga dan kerabat yang mengetahui keberadaan korban.

BACA JUGA: Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Terkait Rusuh di Wamena

Akhirnya, orang tua korban memutuskan untuk mencarinya menggunakan sepeda motor. Saat melakukan pencarian di luar itulah, orang tua korban melihat korban dibonceng pelaku menggunakan sepeda motor.

Melihat anaknya dibonceng orang tak dikenal, orang tua korban lantas mengejar dan menabrak motor pelaku, untuk menghentikannya.

Namun, saat hendak ditangkap, pelaku berhasil kabur menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi KT 2947 GI. Walau berhasil menemukan anaknya, orang tua korban tetap melaporkan pelaku ke kantor polisi.

Polisi yang mendapatkan gambaran ciri-ciri pelaku dan sepeda motor yang ditunggangi pelaku, berhasil melacak rumah pelaku. “Kami melakukan pengintaian di rumah pelaku, namun pelaku tidak pulang-pulang. Sejak Sabtu, baru hari Rabu kami melihat pelaku pulang ke rumahnya. Langsung kami amankan,” jelas Rengga.

Pelaku langsung digiring ke Mapolres Berau untuk menjalani pemeriksaan. Saat diperiksa, pelaku mengaku telah melakukan aksinya sejak 2016 lalu.

Pelaku mengaku, begitu berahinya naik, maka langsung melakukan perburuan anak-anak yang berada di luar rumah. Kebanyakan, pelaku memang mengincar anak-anak perempuan yang pulang mengaji sendirian.

“Pelaku tidak saling kenal dengan korban. Ia memang berkeliling naik motor. Begitu melihat ada calon korban, langsung dibujuk dan diberi uang antara Rp 20 hingga Rp 50 ribu supaya mau ikut dengan pelaku,” ujar perwira balok tiga ini.

Lebih lanjut, mantan Kapolsek Gunung Tabur tersebut menuturkan, ketika melakukan aksinya, pelaku mengaku hanya menggesek-gesekkan ‘kejantanannya’ pada kemaluan korban. Namun, pelaku juga mengakui mengoleskan handbody di kemaluan korban.

“Selesai melampiaskan nafsu bejatnya. Kemudian pelaku mengantar korbannya pulang,” ucap Rengga kepada Berau Post.

Pelaku memang sudah hafal di mana saja bangunan kosong di beberapa wilayah, yang jarang dikunjungi orang. Bangunan-bangunan kosong tersebut yang dijadikan tempat untuk ‘menggagahi’ mangsanya.

“Kami masih dalami, apakah ada kemungkinan korban lain. Untuk tahun 2019 ini, pelaku mengaku ada 3 orang yang menjadi korbannya,” tambahnya.

Edy yang telah ditetapkan sebagai tersangka, diancam dengan pasal 81 ayat (1) atau (2) dan pasal 82 ayat 1 UU Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016, Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Ancamannya (penjara) di atas 10 tahun,” ungkapnya. Sementara itu, pelaku yang telah mengenakan baju oranye dengan tangan terborgol, mengaku khilaf selama melakukan aksinya. Padahal aksi bejatnya sudah dilakukan sejak 2016, atau 3 tahun silam.

Pelaku juga mengaku, tidak memiliki masalah dengan istrinya. Begitu juga istrinya, juga tidak mengalami masalah. Masih bisa memberikannya kepuasan batin saat berhubungan intim.

BACA JUGA: Berita Duka, Budi Santoso Meninggal Dunia

Hanya berahinya yang sulit dikendalikannya. Yang terkadang naik secara tiba-tiba. Sehingga dirinya nekat untuk mencari mangsa, guna memuaskannya. “Setelah main, saya kasih uang, terus saya bilang (kepada korban), jangan kasih tahu siapa-siapa,” ujarnya tertunduk.

Pelaku mengaku sangat malu terhadap anak dan istrinya. Ia juga menyesali perbuatannya, karena terlalu mengikut hawa nafsunya hingga lupa pada anak dan istrinya. “Lokasinya berbeda-beda. 4 kali di Limunjan, 2 kali di Gunung Tabur, dan 3 kali di kawasan Sambaliung,” tutupnya. (*/hmd/udi)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler