Ehmm…Bakrie Dapat Berkah Masela Nih

Sabtu, 26 Maret 2016 – 06:45 WIB
Bor minyak. Foto: Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA – Banyak yang menanti dengan senyum keputusan pemerintah menetapkan kilang hasil Blok Masela di darat (on shore). Sambutan positif ini juga  ditunjukkan PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR). Perusahaan induk Grup Bakrie itu berpeluang mendapat pengadaan pipa melalui anak usahanya, PT Bakrie Pipe Industries (BPI).

BPI yang seluruh sahamnya milik BNBR memang sejak 2010 mengincar pengadaan pipa di Blok Masela. Skema kilang onshore maupun offshore sama-sama menawarkan kebutuhan pipa di tambang migas yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku, itu. Namun, dengan skema onshore, mutlak diperlukan jaringan pipa lebih banyak dari tengah laut menuju ke kilang di darat.

BACA JUGA: Lowongan Kerja di Bulog, Ini Syaratnya

’’Keputusan pemerintah itu memberikan prospek kepada BNBR. Sebab, anak usahanya punya kompetensi membangun jaringan pipa. BPI juga yang membangun jaringan pipa Kalija (Kalimantan–Jawa sepanjang 207 km),’’ ungkap analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya kemarin.

Meski belum pasti seberapa besar akan meraih proyek, setidaknya itu cukup positif bagi BNBR yang sudah lama tidak memiliki proyek signifikan. ’’Yang terpenting ada prospek. Sebab, investor itu melihat prospek,’’ ucapnya.

BACA JUGA: Ditetapkan, Standar Spesifikasi dan Harga Tower Transmisi

Namun, untuk mengukur seberapa besar signifikansinya terhadap kinerja BNBR dan pergerakan harga sahamnya, itu masih harus menunggu hasil tender yang dilakukan investor dan operator Blok Masela. ’’Sebab, tidak mungkin monopoli. Nanti dilihat seberapa besar porsi yang didapat BNBR,” lanjutnya.

Saham BNBR saat ini bersandar di batas harga terendah yang berlaku di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu Rp 50. Sejak 2012, emiten yang dahulu sempat menjadi favorit investor itu menjadi saham gocapan. Ditambah lagi kinerjanya tidak kunjung membaik. Laporan keuangan BNBR sepanjang 2015 mencatat pendapatan bersih Rp 4,661 triliun atau turun 26,9 persen jika dibandingkan dengan pada 2014 sebesar Rp 6,378 triliun. Perseroan menderita rugi bersih Rp 1,745 triliun tahun lalu jika dibandingkan dengan laba bersih Rp 155,104 miliar pada 2014.

BACA JUGA: Menperin Ancam Cabut Izin Pengusaha

William berharap, BNBR melalui BPI benar-benar mendapat proyek signifikan dari Blok Masela. Tujuannya, kinerjanya membaik. Sebab, tidak dimungkiri masih banyak investor yang menunggu kebangkitan saham BNBR, saham Grup Bakrie yang lain, serta saham di luar Grup Bakrie yang pada masa lalu sempat menjadi idola.

’’Kepentingannya sebenarnya lebih kepada supaya pasar saham bergairah lagi. Likuiditasnya membaik lagi. Kita ingat, dulu saham Grup Bakrie cukup dominan,’’ paparnya. (gen/c4/oki/flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dinilai Komit Garap Infrastruktur, Gapensi Bakal Beri Jokowi Penghargaan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler