Eka Disekap Perampok di Dalam Mobil Boks Selama 13 Jam, Ribuan Handphone Raib

Senin, 18 Januari 2021 – 11:59 WIB
Ilustrasi garis polisi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SENGETI - Seorang sopir bernama Eka, warga Kota Medan, Sumatera Utara, menjadi korban perampokan, Kamis (14/1).

Sopir mobil boks B 9284 FCD, itu juga disekap selama 13 jam di dalam boks mobil yang dibawanya dari Jakarta tujuan Riau.

BACA JUGA: Booking 3 Jam Begituan, Belum Waktunya Sudah Diminta Selesai, Agus Marah, Yuliana Dihabisi

Tangan dan kakinya diikat. Sebanyak 1.200 unit handphone berbagai merek pun hilang. Ia ditinggal begitu saja oleh pelaku, sejak Kamis (14/1) di Jalan Lintas Timur Km 41, Desa Bukit Baling.

Sebelum diselamatkan warga, kondisi Eka terlihat memprihatinkan.

BACA JUGA: Cabuli Adik Kelas Sesama Jenis, Pemuda Ini Beri Alasan yang Mengejutkan

Ceritanya, Eka yang mengendarai mobil boks membawa 1.200 unit handphone dari Jakarta tiba di Palembang, Rabu (13/1).

Di sana, ia bertemu Rudi, yang juga seorang sopir. Eka mengenalnya, karena sama-sama sopir.

BACA JUGA: Inilah Tampang Pelaku yang Menghabisi Nyawa Perempuan di Hotel Rio, Motifnya Ternyata

Pada Eka, Rudi mengaku bisa menunjukkan jalan dari Palembang menuju Riau. Eka pun memberikan tumpangan kepada Rudi. Harapannya, dia bisa tiba di Riau dengan selamat.

Sesampainya di Bayung Lencir, keduanya mulai tidak cocok. Tetapi Eka belum curiga. Pukul 23.00, Eka mengajak untuk istirahat di SPBU Paal X. Awalnya Rudi mau, tetapi dia akhirnya mengaku belum mengantuk dan menawarkan membawa mobil.

“Saya mau saja, karena saat itu saya ngantuk dan tidak curiga. Saya juga kenal, karena sama-sama sopir,” ungkap Eka, kepada polisi.

Tiba di Jalan Lintas Timur Km 41 Desa Bukit Baling, Kamis (14/1) pukul 03.00, Rudi menghentikan mobil.

Dia beralasan mau buang air kecil. Sementara Eka tetap tidur. Cukup lama Eka menunggu, tiba-tiba ia ditarik dua orang tak dikenal dari pintu sebelah kiri. Dua orang itu juga mengancam akan memukul Eka.

Dia ditarik dan diikat, lalu dimasukkan dalam boks belakang. Kepalanya pun ditutup karung. Saat itulah, orang tak dikenal itu menjarah ribuan ponsel yang dibawanya.

“Saya pasrah saja. Posisi tangan kaki terikat, saya kesakitan. Saya terus berusaha teriak dan tendang boks mobil biar ada yang menolong, tetapi belum ada yang datang menolong,” jelasnya.

Eka mulai merasakan tangannya membengkak dan sakit. Dia mulai kelaparan dan haus. Untuk menghilangkan dahaga, ia nekat meminum air radiator mobil yang ada di dalam boks tersebut.

“Sekitar 13 jam saya terkurung. Untung ada oli kotor dan secarik kertas, kemudian saya tulis minta bantuan dan saya selipkan di pintu belakang, biar ada yang lihat,” timpalnya.

Sekira pukul 16.00, ada warga yang melintas merasa curiga dengan kondisi mobil tersebut dan segera menolong Eka.

Terpisah Kasubbag Humas Polres Muarojambi, AKP Amradi membenarkan informasi tersebut.

Namum ia enggan berkomentar lebih banyak, karena pelaku masih dalam pengejaran anggota Reskrim Polres Muarojambi.

BACA JUGA: Bos Travel Penipu Calon Jemaah Haji Ditangkap Saat Bersama Istri Muda di Hotel

“Pelaku dua orang yang diceritakan sopir itu masih dalam pengejaran anggota kami, nanti kalau sudah ditangkap kami kabari lagi kejadian lengkapnya,” singkatnya. (jun/zen/jambiindependent)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Medan   Jambi   perampokan   penyekapan  

Terpopuler