Ekonom UI Usul BLT Diberikan kepada Warga Sudah Ikut Vaksinasi COVID-19

Kamis, 05 Agustus 2021 – 20:04 WIB
Bantuan Langsung Tunai atau BLT. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Chatib Basri mengusulkan agar sebagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dikucurkan pemerintah diberikan kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi COVID-19.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) tersebut mengatakan, usulan itu guna mempercepat program vaksinasi untuk menekan penyebaran COVID-19.

BACA JUGA: Dokter Reisa Broto Menyebut 10 Daerah, 5 di Jatim, 2 Jateng

"Jadi kalau orang ingin dapat cash, dia harus vaksin. Dengan begitu prosesnya akan lebih cepat," kata Chatib Basri saat menghadiri Dialog Ekonomi secara virtual, Kamis (5/8).

Mantan Menteri Keuangan itu menyampaikan, ide tersebut dapat dijalankan hanya apabila pasokan vaksin tersedia.

BACA JUGA: Jenderal Andika Perkasa: Jika Mereka Tak Kembalikan Uang, Langsung Tindak Pidana

Dengan demikian mobilitas masyarakat dapat berjalan, kasus COVID-19 juga dapat ditekan.

Chatib menegaskan hal yang sangat penting untuk menggerakkan roda perekonomian adalah mobilitas masyarakat.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dari Prancis soal Vaksin COVID-19 untuk Indonesia

"Satu hal yang sangat penting saya kira adalah mengenai mobilitas. Kelihatan sekali ketika mobilitas dibuka dari April-Juni 2021 itu ekonominya bergerak. Nah, persoalannya adalah kita selalu ada di dalam dilema, karena mobilitas yang dibuka terlalu jauh ini juga memiliki risiko, mengenai invected cases yang naik," kata Chatib Basri.

Sehingga, hal itu akan kembali meningkatkan kasus COVID-19 yang berujung pada pengetatan kembali mobilitas masyarakat.

Dia menarik kesimpulan bahwa vaksinasi akan memengaruhi pergerakan ekonomi.

Dia mengambil contoh di beberapa negara sebagai perbandingan, misalnya di Amerika Serikat, di mana negara bagian yang presentase vaksinasinya mencapai 50 persen, maka kinerja ekonominya berjalan dengan baik.

"Seperti di New York City, Massachusetts, Boston, itu kinerja ekonominya baik karena coverage dari vaksinnya itu sudah 50 persen. Tapi di Missouri yang vaksinasinya masih rendah, kinerja ekonominya agak sulit. Kita juga bisa lihat bahwa di AS, pemulihan ekonominya itu huruf V, juga yang terjadi di beberapa negara Eropa dan China," ujar Chatib Basri.

Untuk itu, lanjutnya, Indonesia bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan salah satunya adalah terus meningkatkan vaksinasi masyarakat. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler