Dokter Reisa Broto Menyebut 10 Daerah, 5 di Jatim, 2 Jateng

Kamis, 05 Agustus 2021 – 09:06 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro. Foto: Biro Pers Istana

jpnn.com, JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro menyatakan sepuluh kabupaten/kota telah berhasil menurunkan mobilitas warganya dalam mendukung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Terima kasih khususnya kami sampaikan kepada masyarakat dan pemerintah daerah kota/kabupaten ini,” ujar Reisa dalam konferensi pers terkait PPKM secara daring yang dipantau dari Jakarta, Rabu (4/8).

BACA JUGA: Polda Sumsel Sudah ke Bank untuk Pemindahbukuan Uang Rp2 T, Ternyata Masih Banyak Misteri

Kesepuluh wilayah tersebut adalah:

1. Kota Blitar (Jatim)

BACA JUGA: PPATK Mengecek Rekening Keluarga Akidi Tio soal Donasi Rp 2 T, Hasilnya Mengejutkan

2. Kabupaten Blitar (Jatim)

3. Kota Mojokerto (Jatim)

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Misteri Rekening Keluarga Akidi Tio, Luhut Disikat, Bupati dan Wali Kota Protes

4. Kabupaten Mojokerto (Jatim)

5. Kabupaten Bondowoso (Jatim)

6. Kota Salatiga (Jateng)

7. Kabupaten Bantul (DI Yogyakarta)

8. Kota Yogyakarta (DI Yogyakarta)

9. Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta)

10.Kabupaten Purworejo (Jateng)

Doketr Reisa menyatakan kesepuluh wilayah tersebut saling kompak menurunkan mobilitas untuk mendukung kesuksesan PPKM dan patut menjadi teladan.

Pemilik nama lengkap Raden Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Reisa Kartikasari Broto Asmoro itu juga mengatakan tindakan sederhana seperti tinggal di rumah, mengurangi bepergian keluar rumah mampu menurunkan kasus, karena risiko tertular.

“Seperti yang diketahui kemampuan penularan varian Delta lebih cepat, bahkan dua sampai tiga kali lebih mudah dibandingkan varian awal di masa pandemi,” kata perempuan kelahiran 28 Desember 1985 itu.

Reisa menyebut apabila COVID-19 varian awal bisa menulari dua orang, varian Delta COVID-19 bisa menulari 6-8 orang sekali kontak dengan pasien atau droplet yang mengandung virus.

Dikatakan, kontributor keberhasilan PPKM yang dijalani saat ini adalah memilih untuk tinggal di rumah atau sangat selektif bepergian hanya karena sangat terpaksa, maupun mendatangi sentra vaksinasi COVID-19.

"Tentunya apresiasi kami juga kepada mereka yang terpaksa keluar rumah selalu menggunakan masker dan tidak melepasnya saat bertemu orang lain,” kata Reisa.

PPKM yang dimulai tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021, menurut Reisa, telah berkontribusi terhadap menurunnya angka konfirmasi kasus harian, turunnya jumlah kasus aktif, meningkatnya kesembuhan, dan bertambahnya ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler